Nasional
RI-AS Sepakati Tarif 0 Persen, Harga Gandum dan Kedelai Bakal Turun?
Kaltimtoday.co - Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan fasilitas tarif 0 persen untuk sejumlah komoditas utama asal Amerika Serikat (AS), terutama gandum dan kedelai. Kebijakan ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) antara kedua negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan di tanah air. Dengan tarif nol persen, diharapkan tidak ada beban biaya tambahan bagi produk olahan yang menggunakan bahan baku impor dari Negeri Paman Sam.
Airlangga menjelaskan bahwa penghapusan tarif ini akan berdampak langsung pada produk yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. Hal ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan global.
“Masyarakat Indonesia membayar 0 persen untuk barang yang diproduksi dari soyabean (kedelai) maupun wheat(gandum), seperti mie, tahu, dan tempe. Jadi, masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya bahan baku,” ujar Airlangga dalam keterangan pers di Washington DC, Kamis (19/02/2026).
Ekspor Unggulan Indonesia Juga Bebas Tarif
Sebagai imbal balik, Amerika Serikat juga memberikan fasilitas serupa untuk 1.819 pos tarif produk asal Indonesia. Produk-produk unggulan di sektor pertanian dan industri kini dapat masuk ke pasar AS tanpa hambatan biaya masuk.
“Dalam ART ini, ada 1.819 pos tarif produk Indonesia seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, hingga komponen elektronik dan semikonduktor yang tarifnya nol persen,” tambah Airlangga.
Khusus untuk sektor tekstil dan pakaian jadi (apparel), AS menerapkan mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Sistem ini memastikan produk garmen Indonesia tetap memiliki daya saing tinggi dibandingkan negara eksportir lainnya.
Selain urusan barang fisik, kedua negara sepakat mempertahankan bebas bea masuk untuk transaksi elektronik sesuai komitmen WTO. Pemerintah juga akan menerapkan strategic trade management guna memastikan keamanan perdagangan internasional.
Perjanjian ini dijadwalkan mulai berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum dan konsultasi dengan DPR selesai dilakukan. Airlangga optimistis kerja sama ini akan menjadi pilar penting bagi ekonomi nasional.
“Tujuannya adalah mencapai Indonesia Emas. Perjanjian ini kami sebut sebagai new golden age bagi hubungan Indonesia dan Amerika Serikat,” pungkasnya.
[TOS]
Related Posts
- Somali soccer referee denied entry to US for World Cup is welcomed home as a hero
- Terima Surat Kepercayaan 8 Dubes di Istana, Prabowo Minta Maaf Sempat Tunda Agenda
- Istana Ungkap Rencana Said Iqbal Masuk Kabinet Prabowo, Bahas Posisi Sektor Buruh
- Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Mensesneg Sebut Pemerintah Terus Pantau dan Koordinasi Intensif
- Sambil Bercanda, Prabowo Minta BIN Selidiki Menu Dapur Makan Bergizi Gratis Milik Polri






