Daerah
Segmen Satu Pembangunan Teras Samarinda Tahap II Belum Rampung, PUPR Usulkan Tambahan Rp10 Miliar
Kaltimtoday.co, Samarinda - Komisi III DPRD Samarinda melakukan peninjauan lapangan guna memastikan progres pembangunan Teras Samarinda Tahap II pada Selasa (3/3/2026). Dalam inspeksi tersebut, terungkap bahwa dari empat segmen yang direncanakan, hanya Segmen 1 yang hingga kini pengerjaannya masih belum tuntas.
Padahal, Segmen 2 dan 3 sudah dinyatakan selesai, sementara Segmen 4 yang sempat mendapatkan perpanjangan waktu adendum selama 50 hari juga telah rampung secara fisik meskipun belum dilakukan serah terima aset.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan bahwa Segmen 1 sepanjang kurang lebih 400 meter yang memiliki nilai kontrak awal sebesar Rp49 miliar tersebut masih menyisakan beberapa item pekerjaan. Untuk merampungkan pengerjaan ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda diketahui mengusulkan adanya tambahan anggaran.
“Tadi disampaikan PUPR mengajukan tambahan dana sekitar Rp10 miliar untuk melapisi lantai dengan PVC, kemudian pengerjaan taman dengan mekanikal elektrikal yang belum selesai. Nanti kita coba akan lihat item pekerjaan itu apa saja isi dari pekerjaannya dengan angka Rp10 miliar itu,” tegas Deni.
DPRD Samarinda memberikan perhatian serius terhadap rincian penggunaan anggaran tambahan tersebut agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Sebagai gambaran perbandingan anggaran di segmen lainnya, Segmen 4 diketahui menelan biaya sekitar Rp24 miliar yang bersumber dari bantuan keuangan (bankeu) Provinsi Kaltim. Sementara itu, Segmen 2 dan 3 dibiayai melalui APBD Kota Samarinda dengan nilai total sekitar Rp21 miliar.
Selain persoalan progres fisik dan anggaran, aspek keamanan pada Segmen 1 juga menjadi catatan kritis bagi legislatif. Dewan meminta agar desain pagar pembatas atau railing di segmen tersebut menggunakan material stainless steel berkualitas tinggi, serupa dengan segmen lainnya, guna menghindari korosi akibat cuaca.
Deni juga menyoroti jarak lubang pagar yang dianggap terlalu lebar sehingga berisiko bagi keselamatan pengunjung usia anak-anak. “Kita khawatirkan jeda atau jarak lubang pagar agak besar. Kalau anak-anak misalnya orang tuanya lagi asyik foto, tiba-tiba anaknya masuk ke situ, bahaya. Mudah-mudahan PUPR bisa menyiasati,” tambahnya lagi.
Sorotan lain juga tertuju pada Segmen 4, khususnya mengenai daya tahan fasilitas taman bermain anak atau playground. Dewan menginginkan agar material yang digunakan memiliki umur ekonomis yang panjang dan tidak mudah rusak dalam waktu singkat.
“Kita ingin item itu harus bisa berumur panjang, jangan sampai pekerjaan ini umurnya hanya enam bulan atau satu tahun. Kita ingin jangka panjang,” ujar Deni.
Mengingat Segmen 2, 3, dan 4 telah menunjukkan progres yang signifikan dan mayoritas sudah siap digunakan, Komisi III mendesak Pemerintah Kota Samarinda untuk tidak menunda melakukan pemanfaatan fasilitas tersebut.
Dewan meminta agar segmen yang telah tuntas segera dibuka untuk masyarakat umum, terutama untuk menyambut momentum libur Idul Fitri.
“Kan dibangunnya untuk dinikmati bersama. Kita ingin Teras Samarinda tahap dua segmen yang sudah selesai sesegera mungkin dibuka, kalau bisa jelang Lebaran ini supaya menjadi salah satu destinasi saat libur Lebaran,” kata Deni mengunci.
[RWT]
Related Posts
- Siap Maju di Pilkada Samarinda, Iswandi Tegaskan Patuhi Mekanisme PDI Perjuangan
- PT Wana Hijau Pesaguan Gelar Panen Jagung di Program Multi Usaha Kehutanan
- Sentil Proyek Teras Samarinda hingga Pasar Pagi, PDIP Dorong Pemkot Gunakan Konsep Trisakti
- Kasus Korupsi Hibah DBON, Mantan Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma Divonis 2,5 Tahun Penjara
- Zairin Zain Divonis 4 Tahun Penjara Kasus DBON Kaltim, Kuasa Hukum Isyaratkan Banding









