Bola

Sempat Perang dengan AS, Timnas Iran Akhirnya Kantongi Visa Piala Dunia 2026

Network — Kaltim Today 06 Juni 2026 07:29
Sempat Perang dengan AS, Timnas Iran Akhirnya Kantongi Visa Piala Dunia 2026
Pemain timnas Iran saat sesi foto bersama menjelang pertandingan persahabtan dengan Gambia di Antalya, Turki, 29 Mei 2026. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Tim nasional Iran dipastikan dapat melanjutkan persiapan akhir mereka menuju putaran final Piala Dunia 2026. Kepastian ini diperoleh setelah seluruh pemain dan jajaran staf kepelatihan mereka resmi mendapatkan persetujuan visa untuk memasuki wilayah Amerika Serikat dari otoritas luar negeri setempat pada Jumat (5/6/2026).

Persetujuan visa ini menjadi angin segar sekaligus kabar penting bagi federasi sepak bola Iran. Sebelumnya, Team Mellisempat menghadapi kendala administratif yang pelik di tengah eskalasi memanasnya hubungan diplomatik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Dampak dari hambatan siber dan birokrasi tersebut bahkan sempat memaksa timnas Iran memindahkan pusat latihan (training camp) mereka dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko.

Menurut keterangan dari salah satu pejabat pemerintah AS, seluruh pemain yang masuk dalam daftar skuad resmi pilihan pelatih telah disetujui status visanya. Saat ini, berkas-berkas tersebut sedang memasuki fase akhir proses penerbitan dokumen fisik. Pejabat lainnya menambahkan bahwa visa juga sudah didelegasikan kepada pelatih kepala, tim medis, serta sebagian besar staf pendukung tim.

Meski demikian, pihak otoritas belum merinci apakah ada dokumen permohonan dari anggota delegasi rombongan Iran yang ditolak. Paspor para anggota tim saat ini masih berada di perwakilan konsuler untuk proses pengembalian berkas sebelum mereka bertolak menuju Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Sebelum memindahkan sisa program latihan ke Meksiko, timnas Iran diketahui sempat menggelar pemusatan latihan intensif di Antalya, Turki. Federasi Sepak Bola Iran mengonfirmasi bahwa seluruh rombongan besar telah mengamankan visa masuk Meksiko melalui Kedutaan Besar Meksiko yang berada di Ankara.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki, Tom Barrack, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja jajaran staf Kedutaan Besar AS di Ankara yang telah bekerja keras merampungkan proses verifikasi visa sensitif ini.

“Olahraga melampaui batas-batas negara, dan kami menantikan kedatangan para atlet serta suporter dari seluruh dunia,” tulis Barrack dalam unggahan resmi di media sosialnya.

Berdasarkan jadwal resmi turnamen, Iran akan memainkan dua laga awal babak penyisihan fase grup Piala Dunia 2026 di Inglewood, California. Mereka dijadwalkan menantang Selandia Baru pada 15 Juni, disusul laga kontra Belgia enam hari kemudian. Setelah menyelesaikan dua laga di California, timnas Iran akan terbang ke Seattle untuk melakoni laga pamungkas grup melawan Mesir pada 26 Juni.

Secara skenario bagan turnamen, jika perwakilan Asia ini mampu lolos dan finis sebagai runner-up grup, mereka berpotensi besar bertemu dengan tim tuan rumah Amerika Serikat pada babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung 3 Juli di Arlington, Texas.

Sebelumnya, partisipasi Iran pada ajang sepak bola terakbar empat tahunan ini sempat menuai perdebatan politik yang sengit. Pada Maret lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat melontarkan pernyataan skeptis bahwa kehadiran Iran di turnamen tersebut kurang tepat, dengan alasan kekhawatiran atas faktor keselamatan para pemain di lapangan.

Pernyataan bernada intervensi tersebut langsung direspons secara tegas oleh manajemen tim nasional Iran. Mereka menyatakan bahwa tidak ada pihak mana pun, termasuk negara tuan rumah, yang memiliki hak regulasi untuk menghalangi hak tampil sebuah negara yang lolos secara sportif ke Piala Dunia 2026.

Iran sendiri telah merampungkan dan menyetorkan daftar pemain mereka pada Senin lalu. Sebanyak 17 nama pemain di dalam skuad berasal dari kompetisi domestik lokal, yang ironisnya sudah berhenti bergulir sejak Februari lalu akibat pecahnya situasi perang di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, lini depan Iran dipastikan kehilangan ketajamannya setelah penyerang bintang Sardar Azmoun dicoret dari skuad. Penyerang gaek tersebut tersandung persoalan hukum akibat unggahan di media sosial pribadinya yang memicu ketidakpuasan dari otoritas keamanan Iran selama periode konflik berlangsung.

Menteri Olahraga Iran sebelumnya juga sempat pesimistis dan menyatakan bahwa keikutsertaan timnas pada Piala Dunia kali ini kemungkinan besar batal terwujud karena faktor eksternal. Namun, Federasi Sepak Bola Iran pada Mei lalu menegaskan komitmennya bahwa persiapan taktis tim tetap berjalan, termasuk memperjuangkan hak masuk bagi para pemain atau staf yang pernah menjalani program wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). 

[RWT] 



Berita Lainnya