Nasional

Tuntut Ganti Rugi Perang 300 Miliar Dolar AS, Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz

Network — Kaltim Today 10 Agustus 2026 11:37
Tuntut Ganti Rugi Perang 300 Miliar Dolar AS, Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz
Ilustrasi Selat Hormuz. (Gemini/AI)

Kaltimtoday.co - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan belum akan membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz hingga Pemerintah Amerika Serikat (AS) memenuhi jajaran tuntutan Teheran, termasuk pembayaran kompensasi ganti rugi akibat perang.

Pernyataan keras tersebut dirilis IRGC pada Minggu (9/8/2026), di tengah dampak penutupan jalur maritim strategis tersebut yang kian mengguncang pasar energi global dan mendongkrak lonjakan harga komoditas utama.

Laporan kantor berita Tasnim menyebutkan, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menetapkan sejumlah syarat mutlak pembukaan Selat Hormuz, mencakup penghentian perang di seluruh front, pencabutan blokade pelabuhan, penghapusan sanksi, pencairan aset negara yang dibekukan, hingga pembentukan dana rekonstruksi Iran senilai 300 miliar dolar AS.

"Selat itu sekarang sebenarnya merupakan medan perang bagi kami dan bukan sekadar jalur air," tegas pernyataan resmi IRGC melansir laporan AFP.

Selain tuntutan finansial, Teheran bersikukuh mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz pascaperang, termasuk wewenang menerapkan tarif bagi setiap kapal melintas.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa saluran komunikasi antara Teheran dan Washington saat ini hanya berlangsung secara tidak langsung melalui pihak ketiga atau perantara.

Menanggapi sikap keras Teheran, Presiden AS Donald Trump menyatakan memilih pendekatan diplomasi terbatas sambil memantau dampak lonjakan inflasi dan krisis ekonomi internal yang tengah menghimpit Iran.

"Kami tidak terlalu mempermasalahkannya. Kami hanya melakukan negosiasi secara terbatas dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak punya uang," ujar Trump dalam wawancara bersama Axios.

[RWT] 



Berita Lainnya