Samarinda
Setiap Hari Disiram, DLH Samarinda Pastikan Tanaman Tak Ada yang Layu
Kaltimtoday.co, Samarinda - Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan wajah kota agar lebih rapi dan cantik. Misalnya selain pemeliharaan dan penebangan pohon di jalan-jalan, tanaman hias juga harus diperhatikan.
Tanaman hias di Samarinda dapat ditemukan di beberapa titik. Untuk lokasi terbaru, sebut saja di bawah kolong Jembatan Kembar. Khususnya di segmen depan Polresta Samarinda, ditemukan banyak sekali tanaman hias yang menjadi satu dalam Taman Perbankan.
Selain itu, tanaman-tanaman lain juga ditemukan di ruang terbuka hijau (RTH) seperti taman, taman median jalan, dan pinggir ruas jalan Kota Tepian. Jumlahnya yang cukup banyak, otomatis harus mendapat perawatan pula. Khususnya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda.
Kepala DLH Samarinda, Nurrahmani mengungkapkan bahwa pihaknya terus merawat tanaman-tanaman yang tersebar di Kota Tepian dengan baik. Sebab, terkadang ada saja sampah-sampah yang hinggap di tanaman. Jika ditemukan demikian, maka harus segera dibersihkan. Termasuk penyiraman rutin untuk tanaman.
"Intensitasnya pasti kami atur. Kami akan tetap menyiram tanaman dalam cuaca atau kondisi apapun. Mau itu panas atau hujan," ungkap perempuan yang akrab disapa Yama itu.
Menyesuaikan dengan kondisi cuaca jadi salah satu cara DLH Samarinda untuk merawat tanaman. Misalnya, intensitas hujan yang cukup sering terjadi seperti belakangan ini maka penyiraman ke tanaman bakal dikurangi. Biasanya sekali pengiriman saja dalam 1 hari.
"Beda halnya kalau cuaca panas dan terik. Biasanya kami siram 2 kali dalam sehari. Jangan dibiarkan kering supaya tanaman tidak mati," lanjut Yama.
Lazimnya, petugas dan kendaraan pengangkut air yang akan menyiramkan tanaman selalu turun ke lapangan setiap hari. Biasanya penyiraman dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Kemudian, petugas akan menyiramkan air dari kendaraan tersebut ke tanaman-tanaman yang ada di sekitar.
[YMD | ADV DLH SAMARINDA]
Related Posts
- PT Wana Hijau Pesaguan Gelar Panen Jagung di Program Multi Usaha Kehutanan
- Sentil Proyek Teras Samarinda hingga Pasar Pagi, PDIP Dorong Pemkot Gunakan Konsep Trisakti
- Kasus Korupsi Hibah DBON, Mantan Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma Divonis 2,5 Tahun Penjara
- Zairin Zain Divonis 4 Tahun Penjara Kasus DBON Kaltim, Kuasa Hukum Isyaratkan Banding
- Misran Toni Buka Suara Usai Bebas, Mengaku Dipaksa Mengaku sebagai Pembunuh Russel di Muara Kate









