Daerah
Teras Samarinda Sempat Merugi, Perumda Varia Niaga Janji Tahun Ini Ikut Setor PAD
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kawasan Teras Samarinda yang menjadi ikon baru Kota Tepian kini mulai menunjukkan tren pemulihan finansial setelah sempat didera kerugian pada fase awal operasionalnya sejak akhir 2024 lalu.
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga selaku pengelola memproyeksikan bahwa kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kawasan ini baru akan terlihat signifikan pada tahun ini.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade, mengungkapkan bahwa kondisi minus tersebut dipicu oleh terbatasnya kewenangan perusahaan di masa awal pengelolaan, sehingga fungsi bisnis tidak dapat dijalankan secara utuh.
Pada periode tersebut, aktivitas ekonomi di Teras Samarinda hanya bertumpu pada sektor perparkiran, sementara tingkat kunjungan masyarakat masih tergolong rendah.
“Kami memang rugi di awal karena belum bisa menjalankan fungsi bisnis sepenuhnya. Saat itu kami hanya mengandalkan parkir dan pengunjung juga masih sepi,” ujar Syamsuddin saat menjelaskan kendala yang dihadapi di awal operasional kawasan tersebut.
Kondisi tersebut mulai berangsur membaik sejak Agustus 2025 seiring dengan langkah Varia Niaga dalam mengoptimalkan pengelolaan kawasan secara lebih terintegrasi. Salah satu faktor kunci yang mendongkrak arus kunjungan adalah kehadiran Teluk Lerong Space (TLS) yang memanfaatkan lahan bekas SPBU di kawasan tersebut.
Meskipun pendapatan mulai mengalir dari berbagai sektor, Syamsuddin menegaskan bahwa seluruh perolehan sepanjang tahun 2025 masih difokuskan untuk menutupi beban operasional dan kerugian yang terjadi pada fase awal.
“Yang langsung disetor ke PAD baru dari parkir, sekitar 10 persen. Untuk keseluruhan Teras, masih kami gunakan untuk menutup kerugian awal,” jelasnya merinci alokasi pendapatan saat ini.
Syamsuddin menambahkan bahwa Teras Samarinda memiliki karakteristik berbeda dibandingkan unit usaha lain di bawah naungan BUMD yang biasanya bisa langsung menghasilkan laba.
Sebagai ruang publik, keberhasilan ekonomi kawasan ini sangat bergantung pada kemampuan pengelola dalam membangun arus kunjungan (traffic) yang konsisten sebagai modal utama penggerak bisnis.
“Teras itu harus dibangkitkan dulu traffic-nya. Kalau tidak ada traffic generator, bisnis tidak akan jalan,” tegas Syamsuddin.
Menghadapi tahun 2026, Varia Niaga telah menyiapkan sejumlah terobosan inovatif untuk memperkuat daya tarik kawasan. Beberapa fasilitas modern direncanakan segera hadir, mulai dari penyediaan wahana jet ski yang ramah keluarga, implementasi teknologi robotik untuk menjaga kebersihan secara otomatis, hingga pertunjukan drone di langit Samarinda.
“Tahun ini kami targetkan ada tiga fasilitas baru supaya Teras Samarinda semakin modern dan menarik,” ungkapnya optimistis.
Selain inovasi teknologi, penataan sektor kuliner juga menjadi prioritas melalui konsep food truck yang ditempatkan di TLS. Perumda Varia Niaga menekankan bahwa pihaknya memberlakukan standar yang tinggi bagi para pelaku usaha yang ingin menjajakan produk mereka di kawasan Teras Samarinda.
“Kami lakukan kurasi ketat, terutama dari sisi kualitas dan higienitas produk,” pungkas Syamsuddin .
[RWT]
Related Posts
- Siap Maju di Pilkada Samarinda, Iswandi Tegaskan Patuhi Mekanisme PDI Perjuangan
- PT Wana Hijau Pesaguan Gelar Panen Jagung di Program Multi Usaha Kehutanan
- Sentil Proyek Teras Samarinda hingga Pasar Pagi, PDIP Dorong Pemkot Gunakan Konsep Trisakti
- Kasus Korupsi Hibah DBON, Mantan Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma Divonis 2,5 Tahun Penjara
- Zairin Zain Divonis 4 Tahun Penjara Kasus DBON Kaltim, Kuasa Hukum Isyaratkan Banding









