Kutim

Terus Terjadi Lonjakan Covid-19, 70 Persen Penyumbang dari Karyawan Perusahaan

Kaltim Today
10 November 2020 18:31
Terus Terjadi Lonjakan Covid-19, 70 Persen Penyumbang dari Karyawan Perusahaan
Tim Satgas Covid 19 Kutai Timur melakukan pertemuan membahas penanganan covid-19 yang terus menerus mengalami lonjakan. (Ramlah/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Sangatta - Semakin melonjaknya kasus Covid-19 di wilayah Kutai Timur (Kutim) membuat Tim Satgas harus mengambil tindakan. Pasalnya, sejauh ini Tim Satgas Covid-19 sudah bekerja dengan terus melakukan sosialisasi ke sejumlah masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan agar wabah Covid 19 tidak semakin meningkat.

Namun yang ada, justru terjadi lonjakan yang luar biasa bahkan hingga saat ini dua Kecamatan dari 18 Kecamatan yang ada di Kutim masuk sebagai zona merah. Apalagi dari dua kecamatan merupakan mayoritas penduduknya pekerja perusahaan.

Pemerintah Kutim pun akan mengambil kebijakan. Kedepan, tak ada lagi Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 menjalani karantina mandiri atau karantina dirumah masing-masing. Pasien Covid-19 yang tidak mengalami gejala harus dirawat dirumah karantina yang telah disediakan pemerintah ataupun perusahaan.

“Langkah ini harus segera diambil, jumlah positif bertambah bukan karena ada yang dari luar daerah melainkan OTG yang melakukan karantina mandiri namun masih berkeliaran sebab dirinya tidak merasakan keluhan apa-apa lalu dia bebas berkeliaran tanpa ada kesadaran, apalagi mayoritas penyumbang tertinggi adalah pekerja perusahaan, sekitar 70 Persen merupakakan pekerja tambang,” ungkap Wakil Ketua Tim Satgas Covid-19 Dandim 0909/Sangatta Letkol Czi Pabate, Selasa (10/11/2020).

Sehingga, tidak ada lagi pasien Covid-19 yang menjalani karantina mandiri dirumah. Peniadaan karantina mandiri pun disetujui oleh segala pihak terutama Tim Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kutim dan akan dijadikan karantina terpadu.

“Saat ini kan ada tujuh tempat karantina yang disediakan, semoga nanti tempat karantina ditambah agar tak ada lagi OTG yang karantina secara mandiri, dan cukup dijadikan terpusat atau karantina terpadu,” tegasnya.

Senada, Kapolres Kutim AKBP Welly, Djatmoko menyebutkan, klaster keluarga terbanyak berasal dari karyawan perusahaan. Setidaknya ada 90 perusahaan yang beroperasi di Kutim menyumbang pasien positif Covid-19.

“Dari 90 perusahaan yang terdata itu, ada 911 karyawan yang positif Covid-19, 589 dinyatakan sembuh, sedangkan lima orang meninggal dunia,” pungkasnya.

[El | NON]


Related Posts


Berita Lainnya