Nasional

Tragedi Kapal Terbalik di Malaysia: Operasi SAR Dihentikan, 16 WNI Dinyatakan Meninggal Dunia

Network — Kaltim Today 18 Mei 2026 12:14
Tragedi Kapal Terbalik di Malaysia: Operasi SAR Dihentikan, 16 WNI Dinyatakan Meninggal Dunia
Ilustrasi kapal terbalik. (Pexels)

Kaltimtoday.co - Otoritas maritim Malaysia resmi menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terkait tragedi kapal terbalik yang mengangkut puluhan warga negara Indonesia (WNI) tanpa dokumen di perairan Pulau Pangkor, Perak.

Keputusan penutupan operasi ini diambil setelah tim penyelamat tidak lagi menemukan adanya korban tambahan di sekitar lokasi kejadian. Kapal yang membawa para migran ilegal tersebut dilaporkan tenggelam pada Senin (11/5/2026), memicu respons darurat selama hampir sepekan yang melibatkan kerja sama antara Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, Polisi Maritim, serta komunitas nelayan setempat hingga operasi dinyatakan berakhir.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa total korban yang berhasil dievakuasi oleh tim di lapangan mencapai 39 orang, dengan rincian 23 penumpang dinyatakan selamat dan 16 lainnya meninggal dunia.

Jumlah ini melampaui manifestasi awal yang dilaporkan pihak Malaysia berdasarkan hasil wawancara dengan awak kapal selamat. Ketidakakuratan data awal tersebut juga diakui oleh pihak Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) Perak, yang mengonfirmasi bahwa data lapangan berkembang dinamis selama proses penyisiran area perairan berlangsung.

Sebanyak 23 WNI yang berhasil diselamatkan dari musibah ini diketahui berasal dari berbagai wilayah di tanah air, meliputi Provinsi Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, hingga Sumatera Utara.

Saat ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur terus bergerak melakukan pendampingan intensif terhadap para korban selamat serta pihak keluarga. KBRI juga terus berkoordinasi secara ketat dengan otoritas setempat guna mempercepat proses identifikasi jenazah serta memfasilitasi kebutuhan kekonsuleran bagi seluruh WNI yang terdampak dalam insiden memilukan ini. 

[RWT] 



Berita Lainnya