Nasional

Badan Geologi Pastikan Karhutla di Bromo Bukan Disebabkan Aktivitas Vulkanik

Network — Kaltim Today 10 Agustus 2026 07:17
Badan Geologi Pastikan Karhutla di Bromo Bukan Disebabkan Aktivitas Vulkanik
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebakaran yang terjadi bukan disebabkan aktivitas vulkanik Gunung Bromo. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo sejak Senin (3/8/2026) dipastikan tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik gunung tersebut. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat serta pelaku wisata untuk tetap tenang dan tidak mengaitkan meluasnya kobaran api dengan potensi erupsi.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengonfirmasi bahwa seluruh sistem dan instrumen pemantauan kegunungapian di Gunung Bromo masih berfungsi secara normal. Kebakaran lahan yang terjadi sejauh ini tidak merusak maupun mengganggu parameter pemantauan kegempaan di lapangan.

Berdasarkan pemantauan petugas, titik api pertama kali terlihat membakar kawasan tebing di sekitar jalur lingkar kaldera Tengger (JLKT). Kobaran api kemudian menjalar ke beberapa titik lain, termasuk kawasan Gunung Kursi, sisi selatan dinding kaldera, Savana Bromo, hingga wilayah utara di sekitar Argowulan. Upaya pemadaman hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD, TNI, Polri, serta relawan.

Berdasarkan evaluasi data hingga Minggu (9/8/2026), Badan Geologi menetapkan tingkat aktivitas Gunung Bromo tidak mengalami perubahan dan tetap berada pada Level II (Waspada).

Status Waspada ini dipertahankan mengingat karakteristik gunung berapi setinggi 2.329 meter di atas permukaan laut tersebut yang terakhir kali mengalami erupsi freatik pada Juli 2019.

Guna menjaga keselamatan, Badan Geologi menerbitkan rekomendasi agar masyarakat, wisatawan, maupun pendaki tidak mendekati atau memasuki area kawah aktif dalam radius aman 1 kilometer.

Pengelola wisata dan pedagang di sekitar lokasi juga diminta mewaspadai potensi letusan freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului peningkatan gejala vulkanik yang signifikan.

Pemerintah daerah bersama BPBD setempat diimbau untuk terus meningkatkan koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Bromo di Cemoro Lawang, Probolinggo, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.

Perkembangan aktivitas vulkanik secara berkala juga dapat diakses oleh masyarakat umum melalui aplikasi serta laman resmi Magma Indonesia.



Berita Lainnya