Nasional

Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri, DPR Dorong Program Bansos Khusus untuk Anak

Network — Kaltim Today 05 Februari 2026 11:06
Tragedi Siswa SD di NTT Bunuh Diri, DPR Dorong Program Bansos Khusus untuk Anak
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Komisi VIII DPR RI mengusulkan adanya skema bantuan sosial (bansos) khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu menyusul kasus tragis bunuh diri seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Korban berinisial YBR (10), siswi kelas IV SD, ditemukan meninggal dunia di kebun milik neneknya di Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa, pada akhir Januari 2026. Peristiwa tersebut diduga dipicu tekanan hidup akibat kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Singgih Januratmoko, menilai kejadian ini menjadi alarm penting untuk mengevaluasi kebijakan penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran, khususnya bagi anak-anak.

Menurutnya, skema bansos saat ini masih menyisakan persoalan distribusi yang belum sepenuhnya menjangkau kelompok paling membutuhkan.

“Ke depan perlu dievaluasi apakah bantuan sosial perlu diarahkan langsung untuk kebutuhan anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujar Singgih di kompleks DPR/MPR, Jakarta.

Ia menambahkan, masih ditemukan kasus bantuan sosial yang tidak tepat sasaran, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Akibatnya, keluarga yang seharusnya menerima bantuan justru terlewat dari pendataan.

Karena itu, Komisi VIII DPR berencana memanggil Kementerian Sosial untuk membahas evaluasi sistem penyaluran bansos agar perlindungan sosial bagi anak dan keluarga miskin dapat berjalan lebih efektif.

[RWT] 



Berita Lainnya