Daerah

Wadah Kreativitas Pelajar, Green Zetizen Training Tantang Peserta Lewat Lomba Kampanye Digital Transisi Energi

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 08 April 2026 14:51
Wadah Kreativitas Pelajar, Green Zetizen Training Tantang Peserta Lewat Lomba Kampanye Digital Transisi Energi
Potret puluhan pelajar jenjang menengah atas berpartisipasi dalam Green Zetizen Training. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Upaya mengenalkan konsep transisi energi berkeadilan sejak dini terus digalakkan di Kalimantan Timur melalui inisiatif kolaboratif antara Yayasan Mitra Hijau dan Green Zetizen. Inisiatif ini diwujudkan melalui agenda Green Zetizen Training yang mengusung tema Penguatan Kapasitas Generasi Muda dalam Kampanye Digital Transisi Energi Berkeadilan di Kaltim pada Selasa (7/4/2026). 

Bertempat di Icon Hotel Samarinda, pelatihan ini melibatkan 30 siswa dari delapan SMA, SMK, dan MA di Kota Tepian untuk mendalami urgensi peralihan energi bersih sekaligus cara mengomunikasikannya kepada publik melalui platform digital. Acara ini menghadirkan tiga narasumber ahli, yakni Koordinator Area Yayasan Mitra Hijau Wilayah Kaltim Maria Ulfah, Dosen Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Zainal Arifin, serta desainer grafis profesional Taurino Razaqi Suryana.

Project Manager Green Zetizen, Alisa Deliana, menjelaskan bahwa pemilihan pelajar tingkat menengah atas sebagai sasaran utama didasari pada posisi strategis mereka yang sedang memasuki fase transisi menuju pendidikan tinggi atau dunia kerja. Ia menilai pemahaman mengenai isu energi ini sangat krusial agar generasi muda dapat mempersiapkan diri terhadap peluang industri ramah lingkungan di masa depan. 

"Menurut kami, siswa-siswi SMA itu saat ini sedang berada di fase penting dalam menentukan arah masa depan mereka. Kami percaya kalau generasi muda itu punya peran yang besar dan krusial banget dalam mendorong perubahan menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan dan lebih adil," ujar Alisa. 

Ia menambahkan bahwa dengan bekal literasi energi yang kuat, para siswa memiliki waktu yang cukup panjang untuk mempertimbangkan peluang karir di sektor green jobs.

Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada penyampaian materi teoretis, melainkan dirancang agar para peserta mampu mempraktikkan langsung ilmu yang mereka terima. Para siswa diajak terlibat aktif dalam diskusi interaktif dua arah serta sesi praktik kelompok untuk merumuskan ide kampanye digital hingga tahap visualisasi konten untuk media sosial. 

"Konsep pelatihannya ini kita rancang secara interaktif dan aplikatif, jadi enggak cuma seminar doang duduk mendengarkan materi, tapi juga ada sesi praktiknya," tutur Alisa. Pendekatan belajar sambil praktik ini dinilai lebih efektif dalam membangun keberanian peserta untuk menyampaikan gagasan kritis mengenai isu-isu lingkungan yang kompleks.

Respons positif terhadap metode pelatihan ini datang dari para peserta, salah satunya Sakha yang merupakan siswa asal SMA Negeri 3 Samarinda. Ia menilai wawasan mengenai strategi kampanye digital yang diberikan sangat relevan dan menarik bagi generasinya karena disampaikan dengan cara yang segar. 

"Kegiatannya, pertama jelas seru banget. Kedua, daging banget. Saya dapat banyak banget ilmu di sini," ungkap Sakha. 

Selain aspek teknis kampanye, peserta juga mengaku mendapatkan pencerahan mengenai kondisi lingkungan di daerahnya sendiri. Hal ini diutarakan oleh Adel dari SMA Negeri 1 Samarinda yang mengapresiasi materi desain grafis sekaligus merasa terbantu dalam memahami fakta-fakta pertambangan di Kalimantan Timur. 

"Seru banget acaranya, karena kan saya sebenarnya tuh suka banget ngedit-ngedit juga kan, tapi tuh enggak tau sebenarnya komponen-komponen yang harus ada di dalam pengeditan tuh kayak mana," kata Adel.

Sebagai wujud keberlanjutan dari kegiatan tersebut, panitia menyelenggarakan lomba kampanye digital sebagai ruang bagi peserta untuk mengaplikasikan hasil belajar mereka secara nyata. Kompetisi ini mewajibkan sekolah peserta untuk mengirimkan karya dalam tiga pilihan format konten, yakni video, infografis, atau carousel, dengan tema utama transisi energi berkeadilan. 

"Melalui lomba ini, peserta diharapkan bisa mengembangkan dan mempresentasikan hasil kampanye yang sudah mereka pelajari di pelatihan ini sebagai output dari pelatihan ini," jelas Alisa. 

Batas akhir pengumpulan konten di media sosial Instagram ditetapkan pada 13 April 2026 pukul 22.00 WITA. Setelah masa pengumpulan berakhir, tim juri akan melakukan proses penilaian pada 14 hingga 21 April, sebelum akhirnya pemenang diumumkan secara resmi pada 22 April mendatang.

[RWT]



Berita Lainnya