Daerah

Absensi Digital WFA Pemprov Kaltim Kerap Terkendala, Sistem SAO Sering Sulit Diakses

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 02 April 2026 16:56
Absensi Digital WFA Pemprov Kaltim Kerap Terkendala, Sistem SAO Sering Sulit Diakses
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Armin. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pelaksanaan skema kerja work from anywhere (WFA) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih menghadapi sejumlah hambatan teknis. Salah satu kendala yang kerap terjadi berkaitan dengan sistem absensi online yang digunakan aparatur sipil negara (ASN).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Armin, mengungkapkan bahwa gangguan paling sering terjadi pada Sistem Absensi Online (SAO), khususnya pada proses verifikasi yang menggunakan pemindaian retina.

“Yang sering terkendala memang di absensi. Kadang sistemnya sulit diakses. Kalau sudah begitu biasanya dilaporkan melalui aplikasi atau langsung ke BKD,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Meski demikian, ia memastikan penerapan WFA tidak mengurangi pengawasan terhadap kinerja pegawai. Menurutnya, setiap ASN tetap diminta melaporkan aktivitas kerja melalui sistem pelaporan kinerja yang terintegrasi dengan aplikasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (E-SAKIP).

Armin menegaskan, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama meskipun sebagian ASN bekerja secara fleksibel dari luar kantor.

“Kami tetap melakukan pemantauan. Yang penting pelayanan tidak sampai terlambat. Sampai sekarang juga belum ada keluhan dari masyarakat terkait layanan,” katanya.

Ia menambahkan, jika ada aduan dari masyarakat, biasanya berkaitan dengan administrasi pendidikan, seperti program bantuan pendidikan maupun pencairan tunjangan profesi guru (TPG). Menurutnya, persoalan tersebut umumnya bersifat teknis dan masih dapat ditangani oleh perangkat daerah terkait.

“Biasanya keluhan itu terkait administrasi pendidikan seperti TPG atau layanan lainnya. Itu hal yang umum dan terus kita tangani,” pungkasnya.

Menurut Armin, ke depan pihaknya juga akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem pendukung kerja digital agar kebijakan WFA dapat berjalan lebih optimal.

“Yang jelas sistemnya juga akan terus dievaluasi supaya mendukung pola kerja ASN yang lebih fleksibel, tapi tetap disiplin dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya