HeadlineKaltim

AGM Tunggu Kepastian Pemkot Balikpapan

Terkait Kelanjutan Jembatan Pulau Balang

Kaltimtoday.co, Samarinda – Sejak dibangun 2007 progres pengerjaan Jembatan Pulau Balang nyaris jalan di tempat. Padahal bila proyek tahun jamak (multiyears) itu beres, maka Balikpapan dengan Penajam Paser Utara (PPU) bisa terhubung. Proyek jembatan sepanjang 1.750 meter itu sedianya menuntut untuk diselesaikan karena pengerjaannya melibatkan empat pihak yakni dari sisi Balikpapan, dipegang oleh Pemkot Balikpapan untuk pembebasan lahan.

Sementara untuk proyek fisiknya dikerjakan Pemprov Kaltim bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan jalan pendekat dari sisi Penajam, pembebasan lahan, fisiknya Pemerintah Kabupaten PPU yang menyelesaikan.

Baca juga:  Bencana Lingkungan Bayangi Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

“Sudah 75 persen ini, kami target akhir tahun selesai,” kata Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud (AGM) saat dikonfirmasi.

Gafur tak menampik sejak ditunjuk jadi ibu kota negara yang baru bersama Kutai Kartanegera, semangat untuk menyelesaikan proyek tersebut semakin memuncak. Jika tak selesai, maka jembatan ini akan bersaing rekor dengan Jembatan Mahkota II yang sebelumnya molor selama 13 tahun.

Tak cuma itu, persoalan lahan dari sisi Kota Minyak–sebutan Balikpapan–turut menjadi penghambat progres jembatan itu. Menanggapi itu, bupati millennial tersebut menuturkan, pihaknya sudah serius dalam menyelesaikan proyek Jembatan Pulau Balang, itu sebabnya Pemkot Balikapapan dan Pemprov Kaltim juga demikian.

“Kalau dari Penajam sudah 100 persen selesai, dari Balikpapan ini yang masih kami tunggu prosesnya. Kami harap Pemprov Kaltim juga ambil tindakan,” terangnya.

Dari informasi yang dihimpun, ketika berkendara dari Balikpapan menuju PPU dan ke Banjarmasin di Kalimantan Selatan serta kota lainnya, pengendara harus memutar melewati Sepaku, PPU sekitar 100 kilometer dengan waktu tempuh 5 jam. Itu sebabnya jika jembatan itu selesai dibangun waktu menuju PPU lebih singkat. Sebab, untuk akses lautan bisa menumpang kapal feri waktu penyeberangannya hanya1,5 jam.

Baca juga:  Pemindahan Ibu Kota Negara, Kaltim Bakal Dibanjiri Tenaga Kerja 'Impor'

Gafur menerangkan, Jembatan Pulau Balang itu memang harus diselesaikan mengingat waktu tempuh dari Balikpapan menuju PPU akan lebih singkat. Tak hanya itu, jembatan ini juga menjadi penghubung ke selatan Kalimantan. Bila selesai, Pelabuhan Peti Kemas Kariangau dan Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan juga akan terkena imbas positif.

“Dampaknya juga sangat besar untuk perkembangan PPU,” tegasnya.

Dia menambahkan, untuk urusan IKN, selain telah mempersiapkan lahan, percepatan sektor pembangunan infrastruktur juga harus terus digenjot, salah satunya itu Jembatan Pulau Balang. Jika selesai, letak Kabupaten PPU yang berada di daerah pesisir tentu akan menjadi poros maritim baru di Indonesia.

Dan bila benar pangkalan militer angkatan darat (AD) dan istana presiden dibangun di Sepaku, maka dalam pengerjaannya tak makan waktu lama sebab infrastrukturnya sudah terhubung.

“Apapun yang diinginkan pusat kami pasti akan setuju,” pungkasnya.

[JRO | TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close