Daerah

Kadin Kukar dan PT Tunggang Parangan Sepakat Kelola Potensi Bisnis Bersama demi Kerek PAD

Kaltim Today
14 Mei 2026 14:02
Kadin Kukar dan PT Tunggang Parangan Sepakat Kelola Potensi Bisnis Bersama demi Kerek PAD
Pj Ketua Kadin Kukar Dedi Sudarya (kiri) bersama Direktur PT Tunggang Parangan Awang Muhammad Lutfi saat menandatangani Pra-Nota Kesepahaman kerja sama pengelolaan potensi bisnis daerah di Kutai Kartanegara.

Kaltimtoday.co - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mendorong penguatan ekosistem dunia usaha lokal. Langkah ini dilakukan guna mewujudkan misi pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah dengan gencar melakukan pendekatan dengan berbagai pihak, baik lembaga usaha milik daerah (BUMD) maupun swasta. Terbaru, Kadin Kukar mengikat kesepahaman bersama dengan PT Tunggang Parangan yang merupakan salah satu BUMD milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Ini langkah rasional di tengah keadaan keuangan daerah yang kurang prima seperti sekarang," ujar Pj Ketua Kadin Kukar, Dedi Sudarya, kepada awak media.

Dedi menjelaskan, selain sebagai salah satu induk organisasi dunia usaha, Kadin merupakan mitra strategis pemerintah. Organisasi ini memiliki fungsi penting untuk penguatan ekosistem bisnis yang sehat dan kompetitif bagi semua pelaku usaha daerah.

Dalam Pra-Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Dedi Sudarya dan Direktur PT Tunggang Parangan Awang Muhammad Lutfi, kedua lembaga sepakat membangun kerja sama dalam ruang lingkup identifikasi potensi usaha. Sektor strategis yang dicakup antara lain logistik maritim, pertanian non-ekstraktif, pariwisata, dan hilirisasi industri.

Selain itu, kerja sama tersebut juga meliputi strategi untuk saling membuka akses pasar dan akses investor. Kerja sama ini sekaligus memberikan fasilitasi bagi pelaku dunia usaha lokal, terutama untuk anggota Kadin Kukar.

"Muaranya tentu saja adalah bagaimana bisa membantu pencapaian target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kukar," jelas Dedi.

Kesepahaman bersama ini bergulir di tengah menguatnya isu pergantian Awang Muhammad Lutfi dari kursi Direktur PT Tunggang Parangan belakangan ini. Hal itu menyusul adanya rencana Bupati Aulia Rahman Basri untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja BUMD tersebut.

"Mari berpikir positiflah, pergantian Direktur itu kan domainnya Bupati selaku pemegang saham utama, urusan kita kan urusan dunia usaha," kata Dedi menanggapi isu tersebut.

Pj Ketua Kadin Kukar yang juga seorang seniman ini menambahkan, dinamika evaluasi direksi perusda tidak boleh menghentikan semangat memajukan daerah. Menurutnya, semua pihak harus tetap fokus pada pertumbuhan ekonomi.

"Jangan karena mau ada evaluasi Direktur perusda banyak yang ribut namun saat pertumbuhan ekonomi mandeg dan masyarakat sulit cari pekerjaan semuanya diam saja. Mental kita harus mental petarung, mau gimanapun dinamika daerah, kita harus tetap jadi petarung, orang Kutai harus begitu," pungkasnya.

[TOS]



Berita Lainnya