Daerah
BGN Kaltim Siapkan Skema Khusus MBG Selama Ramadan
Kaltimtoday.co, Samarinda - Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Timur menyiapkan skema khusus penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan. Skema ini akan diterapkan di 161 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur.
Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim, Sirajul Amin, mengatakan penyesuaian dilakukan agar program MBG tetap berjalan optimal tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi peserta didik maupun penerima manfaat lainnya.
“BGN telah merancang mekanisme distribusi yang fleksibel sehingga manfaat program tetap dapat dirasakan selama Ramadan, dengan tetap menghormati kekhusyukan ibadah,” ujarnya pada Sabtu (7/2/2026).
Penyesuaian utama dalam skema Ramadan ini terletak pada perubahan jenis menu. Makanan masak segar yang biasanya dibagikan dialihkan menjadi paket makanan ringan atau kudapan bergizi yang aman dikonsumsi saat berbuka puasa.
Menurut Sirajul, paket tersebut dirancang memiliki masa simpan aman antara 10 hingga 12 jam. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko makanan rusak atau basi sebelum waktu berbuka.
“Keamanan pangan menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian menu ini,” jelasnya.
Paket MBG Ramadan untuk siswa berisi komponen padat gizi, seperti kurma, biskuit, telur, susu, dan buah. Seluruh isi paket telah disesuaikan dengan kebutuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian anak usia sekolah.
Distribusi paket dilakukan setiap hari efektif sekolah menjelang jam pulang. Dengan demikian, siswa dapat langsung membawa paket tersebut ke rumah untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Untuk menjaga kebersihan sekaligus mempermudah distribusi, BGN menerapkan sistem penggunaan tas jinjing atau tote bag dengan dua warna berbeda. Tas tersebut wajib ditukar setiap hari oleh penerima manfaat.
“Siswa diwajibkan membawa kembali tas jinjing dari hari sebelumnya saat mengambil paket baru. Mekanisme ini sekaligus melatih kedisiplinan,” tutur Sirajul.
Seluruh layanan MBG di 161 SPPG Kaltim tetap beroperasi dengan mengacu pada kalender libur nasional dan jadwal cuti bersama yang ditetapkan pemerintah selama Ramadan. Dalam pedoman teknis SPPG juga diatur mengenai pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama. Kegiatan tersebut disarankan dilakukan satu kali selama Ramadan di lingkungan sekolah.
“Buka puasa bersama idealnya dilaksanakan pada pekan terakhir pembelajaran efektif sebelum libur Lebaran, agar dapat mempererat kebersamaan siswa dan pihak sekolah,” katanya.
SPPG juga diminta menyesuaikan jam kerja pegawai agar persiapan dan distribusi paket buka puasa bersama dapat dilakukan tepat waktu sebelum waktu magrib. Dalam hal ini, BGN akan melakukan evaluasi terhadap skema khusus Ramadan ini setelah satu minggu pelaksanaan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada sampel sekitar 5 hingga 10 persen siswa di setiap sekolah.
“Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar perbaikan dan penyempurnaan layanan MBG selama Ramadan,” tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Usung Konsep Bursa Kerja Tiap Hari, Pemkab Kukar Luncurkan Aplikasi Kukar Siap Kerja
- Pagu Naik Jadi Rp150 Juta per RT, Bupati Kukar Luncurkan Program RT-Ku Terbaik
- Overkapasitas Pasien, Pemprov Kaltim Evaluasi RSUD AWS dan Siapkan Gedung Baru
- Demi Jamin Kepastian Harga Tandan Buah Segar, Dinas Perkebunan Kaltim Desak Petani Sawit Jalin Kemitraan
- Melalui Penerbangan Langsung ke Tiongkok, Ekspor Perikanan Segar Kaltim Capai 56 Ton per Bulan









