Kutim

BPPSDMP Kaltim Monitoring dan Evaluasi Kaji Terap di Kutim, Petani Mulai Implementasikan Teknologi

Kaltimtoday.co, Kutim – Seiring meningkatnya jumlah penduduk, turut memunculkan berbagai kerisauan yang dapat terjadi akibat keadaan rawan pangan di masa mendatang. Menelisik permasalahan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kaltim melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan kaji terap di Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur, Senin (5/10/2020).

Salah satu upaya mengantisipasi kekhawatiran tersebut adalah pemenuhan kebutuhan tambahan ketersediaan pangan untuk mengimbangi laju pertambahan penduduk yang tinggi. Upaya tersebut melalui peningkatan produksi dan produktivitas.

Baca juga:  Pemprov-DPRD Kaltim Tolak Tanda Tangani Kesepakatan dengan Mahasiswa Terkait RUU Cipta Kerja

Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura melalui UPTD BPPSDMP melalui sumber dana APBD tahun 2020 mengalokasikan kegiatan Kaji Terap Komoditas Padi Sawah sebagai salah satu metode dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi sawah.

Berbagai latar belakang yang mendorong kegiatan tersebut melalui pertimbangan dan riset sebelumnya, sehingga menemukan realita, seperti melihat kesesuaian paket teknologi usaha tani dengan kebutuhan dan kemampuan. Serta, kondisi agroekosistem petani di wilayah yang akan dilakukan pengkajian terap, mengetahui dampak dari penerapan teknologi terhadap produktivitas usaha tani serta pendapatannya hingga turut menggali tingkat adopsi petani terhadap paket teknologi usaha tani yang diterapkan.

Pengkajian tersebut memiliki sasaran dengan harapan meningkatnya penerapan berbagai teknologi produktivitas dan produksi padi sawah. Kendat dalam pemantauan ditemukan berbagai kendala yang dapat menghambat aktivitas pertanian Teluk Pandan seperti serangan hama, terbatasnya lahan sawah, dan ketersediaan pupuk organik yang langka.

Tri Mawarni, Kepala UPTD BPPSDMP Kaltim, membuka suaranya pasca melihat kondisi lapangan, dia mengungkapkan, teknologi kaji terap yang dilaksanakan di Kecamatan Teluk Pandan, sesuai dengan kondisi wilayah mengikuti laju pertumbuhan tanaman padi, jumlah anakan serta bulir padi. Kendati, pengelolaan pupuk organik yang belum teroptimalkan secara baik oleh petani setempat. Namun, pengetahuan dan keterampilan petani dalam sistem tanam padi mengalami peningkatan.

Lebih lanjut, sosialiasasi pemanfaatan teknologi guna membantu aktivitas tani yang telah dilakukan oleh BPPSDMP sebelumnya membuahkan hasil dengan terpantau adanya peningkatan hasil produksi dan pendapatan petani.

Baca juga:  KPU Tetapkan DPT Pilkada Kutim 232.641 Pemilih

“Tanggapan di lapangan sudah berjalan cukup baik didampingi oleh penyuluh. Petani dapat mengadopsi teknologi dan mereka dapat melihat hasilnya sendiri lebih baik. Pada prinsipnya ada peningkatan. Semoga bisa ditiru oleh petani daerah lainnya,” terang Tri.

Walaupun sempat menemukan kendala pada ketersediaan pupuk organik dan pupuk bersubsidi, Tri mengaku secara teknis kendala lain belum terendus. Dia berharap, permasalahan pupuk dapat segera terselesaikan agar aktivitas bertani dan kegiatan perekonomian dapat berjalan seimbang, sehingga hasil produksi pangan dapat lebih masif, terutama pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini yang melanda hampir seluruh negara di dunia tak luput Kaltim yang mendapatkan imbasnya.

[SNM | RWT | ADV DISKOMUNFO]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close