Kutim

Cabuli Muridnya, Oknum Guru di Kutim Ditangkap

Kaltimtoday.co, Sangatta – Entah Apa yang ada dipikiran NG (25) yang sehari-hari berprofesi sebagai guru di Desa Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim) yang malah tega merebut keperawanan muridnya sendiri. Perbuatan itu tak hanya sekali namun sudah terjadi sebanyak tiga kali.

Belakangan diketahui, perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka dan memang keduanya menjalin hubungan asmara hingga berlanjut ke hubungan terlarang yang tak semestinya dilakukan.

Baca juga:  BPKAD Kutai Timur Sebut Mobil Dinas Masih Dikuasai Pensiunan, Kini Masih Menjadi Catatan KPK

NG saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Kutim akibat ulahnya melakukan hubungan badan dengan perempuan yang masih berumur 14 tahun.

Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rauf menerangkan, kasus tersebut terungkap dari laporan orangtuanya karena anaknya hilang dari rumah sejak tanggal 15 September 2020.

“Laporan dari orangtuanya, anaknya itu kabur dari rumah, dan ternyata anak itu ke Samarinda bersama pelaku, kenapa bisa sampai di sana, korban ini memaksa ingin ikut sebab pelaku hendak pulang kampung,” jelasnya.

“Akhirnya keduanya pun diamankan di salah satu warung di Samarinda pada Rabu (16/9/2020) malam,” pungkasnya.

Baca juga:  Tracking Covid-19, 130 Pegawai Bappeda Jalani Rapid Test

Dari hasil pengakuan tersangka NG, dia mengaku tidak menjalin hubungan asmara dengan korban. Namun hubungan yang dilakukan memang atas dasar suka sama suka.

“Saya gak pacaran sama dia, pada Juli pertama itu dia yang pertama merayu saya dan memegang alat vital saya. Lalu pada September nya dia juga yang mengajak saya ketemu dan terjadilah hal itu di rumah saya sebanyak dua kali, dan terakhir satu kali di kebun sawit,” ungkap Ngali di balik jeruji.

Sementara itu, WI yang merupakan paman dari korban mewakili pihak keluarga mengungkapkan bahwa, apa yang disampaikan pelaku itu tak benar adanya.

“Tidak benar bahwa si anak merayu si guru, justru si anak dirayu dan dipaksa untuk memegang alat vital si guru. Sampai sekarang kondisi si anak sedang linglung dan saat ini masih di-ruqiyah,” pungkasnya.

[EI | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker