Kukar

Dicecar Pertanyaan Seputar Tambang dan UMKM di Debat Publik Pilkada Kukar, Ini Jawaban Edi-Rendi

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Debat publik pendalaman visi dan misi pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar pada Rabu malam (4/11/2020) berjalan lancar.

“Debat bedah visi dan misi tadi berjalan dengan baik terutama banyak hal yang disampaikan oleh panelis. Ada beberapa pertanyaan tentang lingkungan yang berkaitan dengan tata kelola eksploitasi batu bara dan maraknya tambang ilegal di Kukar,” kata  Edi Damansyah seusai bedah visi misi di Hotel Grand Elty Singgasana, Rabu (4/11/2020).

Baca juga:  Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Pemkab Kukar Canangkan Pemasangan 50 Ribu Sambungan Listrik

Dia mempertegas bahwa, akan ada perubahan pengawasan pengendalian berkaitan dengan analisis pengendalian dampak lingkungan (amdal). Karena memang menjadi masif pada hari ini dan masih jadi kewenangan pemerintah kabupaten maka untuk kedepannya akan dimaksimalkan pekerjaan pengawasan ini.

“Kami akan melibatkan masyarakat dalam pengawasan tersebut,” tegas Edi.

Selain itu, teknis penambangan menjadi urusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) karena sebagai wakil pemerintah pusat di daerah Kaltim. Sebab Pemprov Kaltim melalui Dinas ESDM ada inspektur tambang.

“Jadi kalau berbicara ada titik-titik tertentu yang belum ditutup berkaitan teknis penambangan maka itu akan menjadi urusan Pemprov melalui Dinas Esdm Kaltim. Sebab kendalinya berada di inspektur tambang,” ujar Edi.

Kemudian, terkait isu tambang ilegal yang ada di Kukar, Edi berharap kegiatan tambang ilegal kedepannya agar mengurus izin tambang sehingga menjadi legal.

“Itu yang ingin kita sampaikan dan kita dorong,” ungkapnya.

Sementara itu, Edy juga menanggapi pertanyaan terkait kerusakan yang diakibatkan tambang baru bara dan upaya dalam meningkatkan ekonomi di sekitar tambang tersebut.

“Upaya kami dalam eks tambang ini akan mengembangkan pertanian dalam arti luas. Kita paham bahwa struktur ekonomi di Kukar saat ini lebih kurang 67% ditopang oleh SDA yang tak terbaharukan sehingga kami akan melakukan tranformasi dalam visi misi kedepan di sektor pertanian dalam arti luas yang berbasis kawasan,” ujar Edi.

Edy berharap, di kawasan tambang nanti akan tumbuh investasi baru dan kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan pertanian.

Di sisi lain, Rendi dicecar pertanyaan terkait upaya pengembangan di sektor UMKM di Kukar.

Baca juga:  Meski Pandemi Covid-19, Pemkab Kukar Mampu Pertahankan Produksi Padi

Rendi mengatakan bahwa, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu penopang perekonomian di Kukar, sebab ada sekitar 4.777 pelaku UMKM, sedangkan pelaku UKM berjumlah sekitar 57.000 yang tersebar di seluruh kecamatan di Kukar.

“Sehingga benar saja bahwa ini sebagai penompang perekenomian di Kukar kedepan,” ungkapnya.

“Kami ada program untuk membantu pelaku UKM itu sendiri, seperti akan menyiapkan fasilitas klinik UKM di 18 kecamatan di Kukar. untuk memudahkan pelaku usaha mendapatkan pelatihan dasar,” pungkas Rendi.

[SUP | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker