DPRD SAMARINDA
DPRD Samarinda Minta Pemkot Perjelas Kategori Pedagang Grosir dan Eceran di Pasar Pagi
Kaltimtoday.co, Samarinda - DPRD Samarinda meminta pemerintah memperjelas pembagian kategori pedagang grosir dan eceran di Pasar Pagi. Kejelasan tersebut dinilai penting agar penataan pedagang memiliki parameter yang jelas dan dapat diterapkan secara konsisten.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan pemerintah perlu menyepakati indikator yang menjadi dasar untuk menentukan apakah seorang pedagang masuk kategori grosir atau eceran.
Menurutnya, persoalan tersebut masih ditemukan di lapangan karena terdapat pedagang yang mengaku sebagai pedagang grosir maupun eceran, sementara kriteria yang digunakan belum memiliki kesepakatan yang jelas.
“Harus disepakati dulu indikatornya grosir itu apa, indikatornya eceran itu apa. Karena di lapangan ada juga yang sebenarnya grosir mengaku eceran atau kebalikannya,” jelas Iswandi.
Ia menilai, kejelasan parameter tersebut menjadi bagian penting dalam pembenahan Pasar Pagi. Dengan kategori yang terukur, pemerintah dapat melakukan penataan pedagang berdasarkan kondisi dan karakteristik aktivitas perdagangan masing-masing.
Untuk aspek teknis pembenahan fasilitas pasar, DPRD menyerahkan kajiannya kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda. Sementara Dinas Perdagangan diharapkan memberikan masukan berdasarkan kondisi dan aktivitas pedagang di lapangan.
Pembenahan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya tata kelola Pasar Pagi yang lebih tertib sekaligus mendorong kembali aktivitas perdagangan agar semakin bergairah.
[RWT | ADV DPRD SAMARINDA]
Related Posts
- Janji Cair Oktober Meleset, Dinkes Kaltim Masih Urus Administrasi TPP Pegawai RSUD AWS dan Kanujoso
- Penjual Es Krim Gabin di Samarinda Datangi PLN, Tuntut Kompensasi Imbas Pemadaman Berulang
- Dewas Varia Niaga Samarinda Siapkan Perbaikan Tata Kelola Usai Direktur Utama Terseret Kasus Korupsi
- Dirut Varia Niaga Samarinda Tersangka Korupsi Batu Bara, Manajemen: Tidak Ditahan, Hanya Wajib Lapor
- Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda Rugikan Negara Rp 30,9 Miliar









