DISKOMINFO KUKAR
Di Tengah Berbagai Kondisi, Bupati Aulia dan Kesultanan Pastikan Persiapan Erau Terus Berjalan
TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mematangkan persiapan pelaksanaan pesta adat Erau Adat Kutai 2026.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri terlibat intensif dalam rapat koordinasi teknis, prosesi adat, hingga persiapan spiritual bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin.
Bupati Aulia menegaskan bahwa tradisi Erau memiliki kedudukan penting karena telah melekat sebagai bagian dari identitas masyarakat Kutai Kartanegara.
"Erau telah memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Jika dalam satu tahun tidak dilaksanakan, ada rasa kehilangan bagi masyarakat yang merasa menjadi bagian dari orang Kutai," kata Aulia.
Persiapan intensif dilakukan melalui rapat final di Tenggarong pada Selasa (15/9/2026) bersama unsur Forkopimda untuk memetakan kesiapan jadwal, lokasi, keamanan, serta mengantisipasi dampak kemarau.
Selain persiapan teknis, Aulia bersama Sultan dan jajaran Forkopimda melaksanakan Salat Istisqa di halaman Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada Rabu (16/9/2026) sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan ritual adat Beluluh di Kedaton pada Kamis (17/9/2026) bersama kerabat Kesultanan dan para pemangku adat.
Evaluasi akhir kembali digelar pada Sabtu (19/9/2026) untuk memastikan kesiapan lapangan, terutama terkait kondisi kualitas udara dan ancaman kabut asap menjelang hari pembukaan.
Aulia menjelaskan bahwa indeks pencemaran udara sempat meningkat akibat paparan asap beberapa hari sebelumnya, namun kini mulai menunjukkan tren penurunan.
“Empat hari yang lalu itu terjadi asap pekat di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan ISPU yang cukup tinggi. Akan tetapi, pantauan kami setiap hari memperlihatkan nilai atau angka ISPU yang cenderung menurun,” ujar Aulia.
Sesuai jadwal, pembukaan Erau tetap dilaksanakan pada Minggu (20/9/2026), di mana prosesi sakral digelar di dalam ruangan dan seremoni umum dipusatkan di Stadion Rondong Demang.
Pemerintah daerah menyiapkan langkah mitigasi berupa penerapan protokol kesehatan dan pembagian masker guna mengantisipasi paparan asap bagi para pengunjung.
“Sebagai bentuk mitigasi, kami tadi menyepakati bahwa tindakan-tindakan protokol kesehatan tetap kita utamakan. Alat pelindung diri tetap kita berikan kepada para pengunjung besok hari,” tutur Aulia.
Kepala Dinas Kesehatan Kukar Ismi Mufiddah mengonfirmasi ketersediaan masker yang disalurkan melalui panitia acara untuk dibagikan kepada pengunjung, penonton, dan petugas lapangan.
“Kami juga berkoordinasi dengan panitia. Ada masker yang kami distribusikan ke panitia untuk dipergunakan untuk masyarakat mungkin, atau untuk penonton, atau mungkin juga untuk panitia,” kata Ismi.
Pemkab Kukar berkomitmen memantau indikator Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) serta konsentrasi partikulat PM2.5 dan PM10 secara berkala selama pesta adat berlangsung.
Aulia menegaskan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan guna menyesuaikan pelaksanaan kegiatan jika terjadi perubahan kondisi cuaca di lapangan.
“Insya Allah kami akan menyesuaikan dan mengutamakan keselamatan para pengunjung, masyarakat yang akan berpartisipasi, yang akan bersama-sama mengikuti kegiatan Erau ini,” ucapnya.
Langkah mitigasi dan koordinasi maraton ini dilakukan demi memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi leluhur daerah.
“Ini semua kita lakukan untuk menjaga rangkaian kegiatan Erau ini bisa berjalan sebagaimana mestinya dan kita menjaga kelestarian adat budaya yang ada di tempat kita,” kata Aulia.
[TOS | ADV PEMKAB KUKAR]
Related Posts
- Wisuda 2.597 Lulusan, Rektor Unmul Dorong Alumni Beri Dampak Nyata bagi Kaltim
- Harum Center dan Komunitas Anak Muda Samarinda Bagikan 20 Ribu Masker di Tengah Kabut Asap
- Jaga Kondusivitas Penyangga IKN, Organisasi Media dan Ditintelkam Polda Kaltim Perkuat Sinergitas Informasi
- Kualitas Udara Samarinda Berstatus Sangat Buruk, Labkesda Kaltim Minta Warga Gunakan Masker Standar
- Tembus 367,7 µg/m³, Kualitas Udara Samarinda Masuk Kategori Berbahaya









