Kaltim
Safari Edukasi di Poltekkes Kaltim, KPK Ajak Mahasiswa Bangun Budaya Antikorupsi
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan safari edukasi antikorupsi ke perguruan tinggi dengan menyambangi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Senin (21/9/2026).
Kegiatan bertema “Membangun Generasi Berintegritas, Mewujudkan Perguruan Tinggi Bebas Korupsi” tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari kalangan mahasiswa lintas program serta sivitas akademika secara luring dan daring.
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, mengingatkan para peserta bahwa risiko tindak pidana korupsi dapat bermula dari perilaku kecil yang dinormalisasi di kehidupan sehari-hari.
“Korupsi besar sering dimulai dari korupsi kecil yang dinormalisasi, sering disebut dengan istilah petty corruption. Ini menjadi pintu masuk grand corruption sampai state capture corruption,” tegas Ibnu.
Ibnu memaparkan konsep pentagon fraud yang mencakup rationalization, arrogance, capability, opportunity, dan pressure agar mahasiswa dapat memetakan potensi penyimpangan di sekitarnya.
Ia juga menyoroti bahaya praktik gratifikasi di lingkungan pendidikan, baik berupa uang, barang, komisi, tiket perjalanan, maupun fasilitas hiburan yang memicu benturan kepentingan.
“Untuk itu, kita perlu mengendalikan diri dan membentengi diri terhadap segala godaan,” ungkap Ibnu.
Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Kaltim, Parellangi, menegaskan komitmen institusinya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih dan bebas dari pungutan liar (pungli).
Parellangi menyampaikan bahwa pihak kampus telah mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam kurikulum pendidikan sejak 2014 guna membentuk karakter mahasiswa secara berkelanjutan.
“Bagi saya, bukan sekadar mengetahui budaya antikorupsi, namun bagaimana kita bisa menerapkan budaya itu (berkelanjutan),” ujar Parellangi.
Melalui kuliah umum ini, KPK terus memperluas jaringan pendidikan antikorupsi di berbagai perguruan tinggi Indonesia guna mencetak generasi profesional yang berintegritas dan bebas dari perilaku koruptif.
[TOS]
Related Posts
- Di Tengah Berbagai Kondisi, Bupati Aulia dan Kesultanan Pastikan Persiapan Erau Terus Berjalan
- ''Legalisasi'' Korupsi di Indonesia, Mungkinkah?
- Kemarau Panjang dan Karhutla Terjang Kaltim, Muhammadiyah Serukan Shalat Istisqa
- Ketika Dokter Terlalu Jauh dari Pasien
- Karhutla Membayangi Samarinda dan Tantangan Geopolitik Kalimantan Timur









