HeadlineNasional

Epidemiolog Ingatkan Bahaya Banyak Dokter Gugur di Tengah Pandemi Covid-19

Kaltimtoday.co – Dokter yang meninggal dunia terinfeksi Covid-19 di Indonesia mencapai 100 orang. Banyaknya dokter yang meninggal positif virus corona di tanah air mengakibatkan berkurangnya tenaga kesehatan. Padahal di masa pandemi, Indonesia sangat membutuhkan tambahan tenaga dokter.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menjelaskan berdasar data Bank Dunia, presentase dokter yang bertugas di Indonesia hanya 0,4 persen per 1.000 penduduk. Artinya hanya ada 4 dokter yang melayani 1.000 masyarakat.

Baca juga:  PB IDI: 89 Dokter dan 50 Perawat Gugur Selama Pandemi Covid-19

Jika jumlah dokter berkurang, maka akan ada masyarakat yang juga kehilangan kesempatan ditangani dokter di Indonesia.

“Data Bank Dunia jumlah dokter di Indonesia terendah kedua di Asia Tenggara, yaitu sebesar 0,4 dokter per 1.000 penduduk,” kata Dicky seperti dilansir dari Suara.com, Senin (31/8/2020).

Sementara itu, kehilangan 100 dokter sama halnya 250.000 penduduk kehilangan hak untuk ditangani dokter ketika sakit.

Baca juga:  Kaltim Pecah Rekor! Kasus Covid-19 Tertinggi Sejak Maret

Lebih lanjut Dicky mengatakan meninggalnya para tenaga medis terjadi di wilayah dengan positif rate tinggi dan intervensi program testing dan tracing yang rendah. Kalau misalkan hal tersebut tidak langsung diperbaiki, maka tidak ada penghormatan bagi tenaga medis yang selama ini menjadi garda terdepan pada penanganan Covid-19.

“Pengabaian untuk memperbaiki sama dengan tidak menghargai pengorbanan para pahlawan,” pungkasnya.

[TOS | SR]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close