Daerah

Genangan Air Hambat Akses Jalan di Kota Bangun dan Dondang, BPBD Kukar Masih Pantau Kondisi

M Jaini Rasyid — Kaltim Today 02 Februari 2026 11:52
Genangan Air Hambat Akses Jalan di Kota Bangun dan Dondang, BPBD Kukar Masih Pantau Kondisi
Banjir di kawasan Kilometer 40 Kecamatan Kota Bangun. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) sejak dini hari memicu genangan air di Kecamatan Kota Bangun dan Desa Dondang di Kecamatan Muara Jawa. Akibatnya, akses jalan warga di dua wilayah tersebut terhambat, Senin (2/2/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar memastikan kondisi tersebut belum dapat dikategorikan sebagai banjir. Pasalnya, genangan air yang terjadi dipicu oleh tingginya intensitas hujan dan masih bersifat sementara, sehingga perlu pemantauan lanjutan sebelum ditetapkan status kebencanaan.

“Untuk sementara ini lebih tepat disebut genangan, bukan banjir. Kami masih melakukan pemantauan kondisi di lapangan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi, saat dihubungi.

Di Kecamatan Kota Bangun, genangan air terpantau terjadi di satu titik, tepatnya di Kilometer 40 sejak pukul 02.00 WITA. Lokasi tersebut memang kerap terdampak saat curah hujan tinggi, termasuk pada tahun-tahun sebelumnya.

Panjang genangan di lokasi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 100 meter. Sementara kedalaman air belum dapat dipastikan karena arus masih mengalir cukup deras.

Dari pantauan visual, ketinggian air diperkirakan berkisar 40 hingga 50 sentimeter, sehingga kendaraan roda dua tidak dapat melintas.

Selain Kota Bangun, genangan juga dilaporkan terjadi di Desa Dondang. Hingga saat ini, BPBD Kukar mencatat satu titik genangan di wilayah tersebut yang diduga berada di jalur perbatasan. Meski demikian, akses jalan di lokasi tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Untuk Dondang, kami masih menunggu laporan lanjutan dari tim yang melakukan pemantauan. Informasi awal, jalur masih bisa dilewati mobil,” jelas Edy.

BPBD Kukar menurunkan dua hingga tiga personel di masing-masing lokasi untuk melakukan pemantauan awal. Pemantauan akan dilakukan selama 24 jam guna melihat perkembangan kondisi genangan sebelum menentukan langkah penanganan lanjutan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kukar juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem. Imbauan tersebut disampaikan melalui pemerintah kecamatan untuk diteruskan hingga ke tingkat desa.

“Masyarakat kami minta tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat melintasi jalur yang tergenang,” pungkasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya