Daerah

Halaman Tangga Arung Square Dipadati Warga Muhammadiyah yang Gelar Shalat Idul Fitri

Supri Yadha — Kaltim Today 20 Maret 2026 17:16
Halaman Tangga Arung Square Dipadati Warga Muhammadiyah yang Gelar Shalat Idul Fitri
Ratusan warga Muhammadiyah memadati halaman Pasar Tangga Arung Square, Tenggarong, Kutai Kartanegara, untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 H, Jumat (20/3/2026). (Supri/Kaltimtoday.co)

TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Ratusan warga Muhammadiyah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 H di halaman Pasar Tangga Arung Square, Tenggarong, Jumat (20/3/2026) pagi. Lokasi ini dipilih karena dinilai lebih representatif dan mampu menampung jumlah jemaah yang terus meningkat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kukar, Yamin Hadi Firmadi, menjelaskan bahwa tahun ini pelaksanaan Shalat Id di Kecamatan Tenggarong terbagi di dua titik utama, yakni Halaman Tangga Arung Square dan Halaman Kantor Bupati Kukar. Secara keseluruhan, terdapat 14 titik pelaksanaan Shalat Id yang tersebar di seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kukar.

Yamin mengapresiasi antusiasme warga yang hadir meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan Idul Fitri dengan pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati antarumat Muslim yang masih menjalankan ibadah puasa hari terakhir.

"Alhamdulillah, banyak masyarakat warga Muhammadiyah yang datang, dan kami tetap menghargai kawan-kawan yang tetap pada hari ini puasa. Kami ucapkan mohon maaf lahir batin," ujar Yamin di lokasi acara.

Ia berharap momentum Idul Fitri ini dapat meningkatkan ketaatan umat kepada Allah SWT. Yamin juga mengajak jemaah untuk tetap istiqomah dalam mengamalkan nilai-nilai ibadah yang telah dipelajari selama bulan suci Ramadan pada hari-hari mendatang.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kukar, Thauhid Afrilian Noor, hadir membacakan sambutan Bupati Aulia Rahman Basri. Pemerintah Kabupaten Kukar menyatakan sangat menghormati perbedaan waktu pelaksanaan Shalat Idul Fitri di tengah masyarakat.

"Pak Bupati menyampaikan kepada seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat yang melaksanakan Idul Fitri terlebih dahulu, mohon maaf lahir dan batin. Pak Bupati sendiri menjadwalkan pelaksanaan hari Sabtu besok," ungkap Thauhid.

Menurut Thauhid, perbedaan penetapan 1 Syawal merupakan bagian dari rahmat dan tidak perlu diperdebatkan selama kewajiban puasa Ramadan telah diselesaikan. Ia mencatat bahwa bagi warga Muhammadiyah, masa puasa telah genap mencapai 30 hari pada hari Kamis kemarin.

Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif di wilayah masing-masing. Warga diminta merayakan hari kemenangan dengan penuh kesederhanaan dan ketertiban.

"Bagi yang berhari raya hari ini tetap menjaga situasi kondusif dengan tidak melakukan aktivitas yang berlebihan. Begitu pula dengan yang berhari raya besok," pungkas Thauhid.

[TOS]



Berita Lainnya