Daerah
Harga BBM di Kembang Janggut Sempat Tembus Rp 30 Ribu, Kini Mulai Turun Meski Belum Normal
TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sempat membebani warga di sejumlah desa di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini mulai berangsur turun. Sebelumnya, harga di tingkat pengecer sempat menyentuh angka ekstrem di kisaran Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per liter pada Kamis dan Jumat pekan lalu.
Camat Kembang Janggut, Suhartono, mengungkapkan bahwa kondisi saat ini mulai membaik, meski distribusi BBM jenis Pertalite belum sepenuhnya lancar sehingga sebagian masyarakat masih merasa kesulitan.
"Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah kepala desa telah mengeluarkan surat edaran guna mengontrol harga BBM di tingkat pengecer," ujar Suhartono saat dihubungi pada Rabu (15/4/2026).
Suhartono merinci, harga normal BBM di wilayah tersebut seharusnya berada di kisaran Rp 13.000 hingga Rp 15.000 per liter. Namun, saat ini harga di pasaran masih tertahan di level Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per liter. Pengawasan langsung kini melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memastikan harga di tingkat pengecer tetap terkendali.
Masalah fluktuasi harga dan kelangkaan ini dinilai akibat belum tersedianya fasilitas pengisian bahan bakar yang resmi dan beroperasi. Meski bangunan SPBU sudah tersedia di Kembang Janggut, fasilitas tersebut belum mengantongi izin operasional dari Pertamina karena prosedur pembangunan yang dianggap tidak sesuai standar.
"Pembangunan dilakukan lebih dulu sebelum mengantongi izin dan rekomendasi dari Pertamina. Akibatnya, bangunan tersebut tidak memenuhi standar yang ditetapkan," jelas Suhartono.
Terkait kendala tersebut, pihak kecamatan bersama pemerintah daerah telah bersurat secara resmi kepada Pertamina untuk mencari jalan keluar agar kebutuhan energi masyarakat di pedalaman Kukar dapat terpenuhi dengan harga yang stabil.
[TOS]
Related Posts
- Sambut Tahun Ajaran Baru di Ibu Kota Nusantara, Puluhan Pamong SMA Taruna Nusantara Mulai Tiba
- Integrasikan Sistem Laporan Warga, Pemkab Kukar Luncurkan Aplikasi Aduan Masyarakat
- Usung Konsep Bursa Kerja Tiap Hari, Pemkab Kukar Luncurkan Aplikasi Kukar Siap Kerja
- Pagu Naik Jadi Rp150 Juta per RT, Bupati Kukar Luncurkan Program RT-Ku Terbaik
- Overkapasitas Pasien, Pemprov Kaltim Evaluasi RSUD AWS dan Siapkan Gedung Baru









