Daerah
Hilal di Samarinda Masih Minus 1 Derajat, Kemenag Imbau Warga Tunggu Keputusan Sidang Isbat
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Samarinda bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait telah merampungkan kegiatan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 H. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, posisi hilal di ibu kota Kalimantan Timur tersebut dilaporkan belum memenuhi kriteria.
Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda, H. Nasrun, menjelaskan bahwa merujuk pada pemaparan teknis BMKG, posisi hilal di Samarinda saat ini masih berada di posisi minus 1 derajat. Angka ini masih jauh di bawah kriteria imkanur rukyat yang disepakati oleh MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
"Sesuai kesepakatan MABIMS, kriteria minimal hilal adalah 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Dengan kondisi minus 1 derajat, hilal sangat kecil kemungkinan untuk terlihat di wilayah Samarinda," ungkap Nasrun, Selasa (17/2/2026).
Menunggu Keputusan Pusat Meski hasil di Samarinda menunjukkan hilal belum terlihat, Nasrun menegaskan bahwa penetapan resmi 1 Ramadan tetap menjadi wewenang Menteri Agama Republik Indonesia. Keputusan akhir akan diambil dalam Sidang Isbat setelah mempertimbangkan hasil rukyatul hilal dari lebih 37 titik pemantauan di seluruh Indonesia.
Terkait adanya potensi perbedaan awal puasa—mengingat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)—Kemenag Samarinda mengajak masyarakat untuk tetap bijak.
"Terkait adanya kemungkinan perbedaan awal puasa, kami menghormati setiap pandangan yang ada. Meski begitu, kami mengimbau masyarakat Kota Samarinda untuk tetap mengikuti keputusan resmi pemerintah demi menjaga persatuan dan kebersamaan umat," tambahnya.
Persiapan Ibadah Ramadan Kemenag Samarinda juga memastikan bahwa seluruh sarana ibadah di Samarinda telah siap menyambut jemaah untuk pelaksanaan salat Tarawih, baik yang dimulai malam ini maupun malam berikutnya. Nasrun berharap perbedaan yang mungkin terjadi tidak mengurangi kekhusyukan umat Islam dalam menyambut bulan suci.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah melalui Kementerian Agama masih melangsungkan Sidang Isbat di Jakarta untuk mengumpulkan data hasil pemantauan hilal secara nasional sebelum mengumumkan secara resmi awal Ramadan 1447 H.
[TOS]
Related Posts
- Empat Korban Jiwa di Satu Konsesi, JATAM Desak Polisi Tindak Perusahaan Tambang
- DPRD dan Pemprov Kaltim Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
- PLN Gelar Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen Lewat Aplikasi PLN Mobile
- Fase Pemulihan Banjir, IKEA Salurkan Bantuan untuk 364 Keluarga di Aceh Tamiang
- Anggaran Terbatas, Kuota Perjalanan Religi Gratis Marbot Kaltim Anjlok dari 870 Jadi 14 Orang









