Daerah
Isu Pungli Lapak Pasar Tangga Arung Mencuat, Kasatpol PP Kukar: Jika Terbukti, Langsung Pecat!
TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Isu dugaan pungutan liar (pungli) tengah meresahkan para pedagang di sepanjang Jalan Maduningrat, Tenggarong. Sejumlah pedagang mengaku dimintai uang sebesar Rp305 ribu oleh oknum yang menjanjikan lapak resmi di Pasar Tangga Arung. Ironisnya, oknum tersebut diduga mencatut nama instansi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Kartanegara (Kukar).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kukar, Rasidi, membantah keras adanya keterlibatan anggotanya dalam praktik tersebut. Ia meminta masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang melakukan aksi "jual nama" instansi demi keuntungan pribadi.
“Pelapor harus jelas siapa orangnya. Sering kali ada pihak luar yang menjual nama Satpol PP untuk kepentingan mereka sendiri. Fenomena seperti ini sudah banyak saya temui di lapangan,” ujar Rasidi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026).
Rasidi menegaskan bahwa Satpol PP Kukar menjunjung tinggi disiplin dan integritas. Dasar penegakan kode etik ini telah diatur secara ketat dalam Permendagri Nomor 16 Tahun 2023. Aturan tersebut melarang keras segala bentuk penyalahgunaan wewenang, termasuk praktik pungli. Jika ada anggota yang terbukti melanggar, sanksi tegas mulai dari Surat Peringatan (SP) hingga pemecatan akan langsung diberlakukan.
“Sekarang dasar hukumnya sudah sangat jelas terkait pelanggaran kode etik. Kalau terbukti (pungli), sanksinya adalah dipecat,” tegas Rasidi.
Nada serupa juga disampaikan oleh Kepala Satpol PP Kukar, Arfan Boma. Ia menyatakan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi oknum yang merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik korps. Sebagai bukti keseriusan, Boma mengungkapkan bahwa dirinya pernah memberhentikan anggotanya karena pelanggaran berat.
Ia pun menantang para pedagang atau masyarakat yang merasa dirugikan untuk berani melapor dengan membawa bukti autentik. “Saya berani bertindak keras. Sudah ada contohnya, dua orang pernah saya pecat. Jika masyarakat melihat ada anggota Satpol PP yang melakukan pungli, silakan videokan sebagai bukti, saya pastikan akan ditindak,” pungkas Boma.
[TOS]
Related Posts
- Boyong 58 Peserta ke Toraja Utara, PKBGT Klasis Kaltimteng Targetkan Hasil Terbaik di Prawira PKBGT 2026
- Dorong Hilirisasi dan Energi, MIF 2026 Gaet Potensi Investasi Rp 32,7 Triliun di Kaltim
- Toyota Luncurkan Kijang Innova Zenix Berteknologi T Intouch di Samarinda
- Soroti Antrean BBM di SPBU Setiap Hari, DPRD Kukar Bakal Telusuri Dugaan Penyelewengan
- Pemprov Kaltim Usulkan Karhutla Bencana Nasional, Bupati Kukar Harap Penanganan Lebih Masif









