Bola
Jangan Salah Sangka! Juara Piala Dunia Ternyata Dilarang Bawa Pulang Trofi Asli, Ini Alasannya
Kaltimtoday.co - Mengangkat trofi emas FIFA World Cup atau Piala Dunia merupakan impian tertinggi bagi setiap pesepak bola di jagat raya. Piala berlapis emas murni tersebut selalu menjadi pusat perhatian utama saat selebrasi kemenangan di podium juara.
Namun, di balik kemegahan pesta juara tersebut, ada satu rahasia yang belum banyak diketahui publik. Negara yang keluar sebagai kampiun ternyata dilarang keras untuk membawa pulang trofi asli tersebut secara permanen ke negara asal mereka.
Aturan ketat ini kembali menarik perhatian pencinta sepak bola di tengah bergulirnya kompetisi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Banyak fans baru menyadari bahwa piala yang dipajang di lemari kaca markas federasi sepak bola negara juara sebenarnya bukanlah piala asli yang diangkat oleh sang kapten tim saat malam final.
Aturan FIFA: Trofi Asli Hanya untuk Pesta di Lapangan
FIFA memiliki aturan baku mengenai hak kepemilikan aset berharga ini. Trofi asli seutuhnya tetap menjadi milik mutlak FIFA dan hanya dikeluarkan pada momen-momen sakral yang telah mengantongi izin khusus.
Berdasarkan regulasi resmi, trofi asli hanya akan diserahkan kepada tim pemenang sesaat setelah peluit panjang babak final ditiup. Para pemain, pelatih, dan staf tim diperbolehkan puas-puas mengangkat, mencium, dan merayakan kemenangan bersama suporter di dalam stadion.
Namun, begitu lampu stadion padam dan seluruh rangkaian pesta seremonial selesai, trofi asli tersebut wajib dikembalikan ke tangan petugas FIFA. Sebagai gantinya, federasi negara pemenang akan diberikan sebuah replika resmi yang dibuat sangat mirip dengan aslinya untuk disimpan selamanya.
Trauma Sejarah Kelam Pencurian "Jules Rimet"
Kebijakan proteksi super ketat ini diambil bukan tanpa alasan. Faktor utamanya adalah nilai sejarah, makna simbolis, serta nilai material trofi yang luar biasa tinggi.
Trofi Piala Dunia yang digunakan saat ini dirancang oleh seniman legendaris asal Italia, Silvio Gazzaniga, pada tahun 1974. Piala setinggi 36,8 sentimeter dengan berat 6,1 kilogram ini terbuat dari emas murni 18 karat yang menggambarkan dua sosok manusia sedang menopang bola dunia. Saat sedang tidak "bertugas", trofi mahakarya ini disimpan di dalam brankas pengamanan tingkat tinggi di FIFA World Football Museum di Zurich, Swiss.
Selain bernilai tinggi, aturan gembok mati ini lahir dari trauma masa lalu terkait hilangnya trofi terdahulu, yaitu Jules Rimet Trophy. Dulu, FIFA mengizinkan negara yang berhasil juara tiga kali untuk memiliki trofi asli secara permanen. Brasil menjadi negara pertama yang mendapat hak istimewa tersebut setelah juara pada tahun 1970.
Namun, nasib trofi Jules Rimet berakhir tragis. Sebelum jatuh ke tangan Brasil, trofi ini sempat dicuri di Inggris pada tahun 1966 sebelum akhirnya ditemukan di semak-semak oleh seekor anjing pelacak bernama Pickles.
Sialnya, nasib baik tidak terulang dua kali. Pada tahun 1983, trofi Jules Rimet kembali digondol maling dari kantor Konfederasi Sepak Bola Brasil di Rio de Janeiro. Hingga detik ini, trofi bersejarah tersebut hilang bak ditelan bumi dan diyakini kuat telah dilebur oleh komplotan pencuri menjadi batangan emas murni.
Berlaku Adil untuk Semua Negara
Peristiwa memilukan itulah yang mendasari FIFA untuk mengubah total sistem keamanan. Kini, tidak ada pengecualian bagi negara mana pun, termasuk tim raksasa dengan koleksi bintang banyak seperti Brasil, Jerman, Italia, Prancis, hingga Argentina.
Bahkan jika sebuah negara mampu menjuarai turnamen ini berkali-kali secara beruntun, mereka tetap tidak akan pernah diizinkan memiliki trofi asli. Nama negara mereka memang akan diukir abadi di bagian dasar piala, namun fisik trofi asli harus tetap pulang ke markas besar FIFA di Swiss demi menghindari risiko kerusakan atau pencurian jilid dua.
[RWT]
Related Posts
- Sempat Perang dengan AS, Timnas Iran Akhirnya Kantongi Visa Piala Dunia 2026
- Dipersenjatai Sensor 500 Hz, Bola Piala Dunia 2026 Trionda Siap Bantu VAR Deteksi Offside
- Mulai Rp 1,1 Juta, FIFA Sediakan Kategori Tiket Khusus "Supporter Entry Tier" di Piala Dunia 2026
- FIFA Godok Aturan Baru Kartu Kuning Piala Dunia 2026, Ada Skema Reset Dua Tahap
- Kalah Adu Penalti, Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 3 Kali Beruntun!









