Kaltim

Polemik Lubang Tambang PT SBE di DAS Kelay: JATAM Sebut Bom Waktu, Dinas ESDM Kaltim dan Perusahaan Pastikan Mitigasi Geoteknik Aman

Kaltim Today
22 Januari 2026 14:01
Polemik Lubang Tambang PT SBE di DAS Kelay: JATAM Sebut Bom Waktu, Dinas ESDM Kaltim dan Perusahaan Pastikan Mitigasi Geoteknik Aman
Foto udara tambang Batu Bara lebih rendah dari Sungai Kelay di Berau, Kaltim. (Dokumentasi Jaring Penulis Alam)

SAMARINDA, Kaltimtoday.co – Isu lubang tambang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kelay yang viral di media sosial mendapat respons serius dari berbagai pihak. Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim sebelumnya menyebut kondisi tersebut sebagai "bom waktu" bencana, namun hasil peninjauan terbaru otoritas terkait menunjukkan langkah mitigasi teknis tengah berjalan masif di lapangan.

Dinamisator JATAM Kaltim, Mustari Sihombing, menegaskan bahwa potret lubang tambang yang menganga lebih dalam dari aliran sungai memicu keresahan publik. Data overlay menunjukkan terdapat 7 konsesi tambang di wilayah hulu dan tengah DAS Kelay, termasuk PT Supra Bara Energi (SBE).

"Ketika lubang tambang dibuat lebih dalam dari badan sungai, wilayah ini dipaksa menampung risiko besar, mulai dari perubahan aliran air tanah hingga potensi jebolnya struktur tanah," ujar Mustari. JATAM mendesak audit lingkungan menyeluruh dan pembekuan aktivitas di area berisiko.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (30/1). Meski perizinan berada di pusat, Pemprov Kaltim memastikan keamanan teknis di lapangan, khususnya di Pit 55.

Bambang mengungkapkan adanya temuan retakan sepanjang 100 meter yang kini telah ditangani. "Perusahaan sudah melakukan grouting (suntik semen) sepanjang 600 meter dengan kedalaman 50 meter. Status geoteknik yang tadinya zona merah kini sudah hijau atau stabil," jelas Bambang.

Lebih lanjut, Dinas ESDM meminta standar keamanan yang lebih tinggi dari rekomendasi pusat. "Jika pusat meminta penimbunan hingga minus 20, kami meminta penimbunan dinaikkan hingga 5 meter di atas permukaan sungai agar struktur lebih kuat. Saat ini sudah naik 40 meter dari dasar lubang," tambahnya.

Manajemen PT SBE melalui Irjen Pol (Purn) Tri Agus Heru Prasetyo menegaskan bahwa jalan yang viral di media sosial adalah jalan internal yang sudah dinonaktifkan demi alasan keamanan. Saat ini, perusahaan fokus pada percepatan backfill (penimbunan kembali).

"Kami menargetkan penutupan lubang selesai pada Agustus 2025. Dari total 10 juta BCM material yang dibutuhkan, sudah tertimbun 2,6 juta BCM. Elevasi saat ini sudah berada di posisi -75 dari posisi awal -90," urai Tri Agus.

Terkait kualitas lingkungan, PT SBE yang memegang predikat Proper Hijau memastikan air tambang melalui proses netralisasi di settling pond sebelum dialirkan ke sungai. Perusahaan juga telah membekali 40 karyawannya dengan pelatihan Pengawas Operasional Pratama (POP) untuk menjamin kualitas operasional di lapangan.

"Kami berkomitmen mengikuti seluruh rekomendasi pemerintah dan menjalankan Good Mining Practice demi keselamatan warga dan lingkungan," tutupnya.

[TOS]


Catatan Redaksi: Berita ini telah mengalami pemutakhiran pada Senin, 2 Februari 2026, pukul 12.55 Wita. Redaksi melakukan perubahan judul dan penambahan isi berita untuk menyertakan klarifikasi teknis dari manajemen PT Supra Bara Energi (SBE) serta hasil peninjauan lapangan terbaru dari Dinas ESDM Kalimantan Timur. Hal ini dilakukan sebagai wujud pemenuhan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers No. 40 Tahun 1999. Redaksi mengubah judul berita dari "JATAM Kaltim Sebut Lubang Tambang di Berau Lebih Dalam dari Sungai Kelay sebagai Bom Waktu Bencana" menjadi "Polemik Lubang Tambang PT SBE di DAS Kelay: JATAM Sebut Bom Waktu, Dinas ESDM Kaltim dan Perusahaan Pastikan Mitigasi Geoteknik Aman"
 



Berita Lainnya