Kaltim

Jembatan Mahulu Kembali Dihantam Tongkang, Wagub Seno Aji: Alasan Tali Putus Itu Sudah Klasik!

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 26 Januari 2026 15:39
Jembatan Mahulu Kembali Dihantam Tongkang, Wagub Seno Aji: Alasan Tali Putus Itu Sudah Klasik!
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji. (Defrico/Kaltimtoday.co)

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, bereaksi keras atas insiden berulangnya aset negara yang menjadi korban aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam. Ia menyoroti lemahnya standar pengamanan tongkang yang kerap memicu kecelakaan dan mengancam ketahanan struktur jembatan di Samarinda.

Insiden terbaru terjadi pada Minggu (25/1/2026), saat tongkang BG Marine Power 3066 yang ditarik TB Marina 1631 hanyut terseret arus deras setelah tali tambatnya terputus akibat ditabrak kapal lain. Tongkang bermuatan lebih dari 400 ton tersebut dilaporkan menghantam keras pilar 4 Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di sisi Harapan Baru.

Seno Aji menegaskan bahwa alasan teknis seperti tali tambat yang terputus tidak seharusnya menjadi pembenaran atas kelalaian pengawasan. Menurutnya, pihak perusahaan pelayaran harus bertanggung jawab penuh atas risiko yang ditimbulkan dari aktivitas mereka, terutama saat terjadi di luar jam pengolongan.

"Alasan seperti itu sudah klasik, dan itu sepenuhnya urusan pihak mereka (perusahaan). Kami tidak mau tahu, yang jelas jembatan kami terkena dampaknya lagi," tegas Seno Aji, Senin (26/1/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim langsung mengambil langkah darurat untuk memastikan keamanan pengguna jalan. Untuk sementara waktu, akses Jembatan Mahulu ditutup khusus bagi kendaraan berat dan alat berat. Seno menegaskan tidak akan menoleransi kendaraan bermuatan besar melintasi jembatan tersebut hingga pemeriksaan struktur selesai dilakukan.

"Alat berat tidak kami izinkan melintas demi menjaga keamanan jembatan. Jika ada yang ingin melintas, silakan memutar melalui jalur Kutai Kartanegara," sebutnya.

Sebagai langkah antisipasi dini, kendaraan dengan beban di atas 8 ton dilarang melintas guna menghindari risiko terhadap struktur jembatan yang diduga terdampak akibat hantaman beruntun tersebut. Pemprov Kaltim kini tengah mempertimbangkan untuk melakukan pengujian struktur secara menyeluruh, baik melalui uji statis maupun dinamis, guna mengukur tingkat kerusakan pilar.

Seno Aji juga memastikan bahwa proses hukum dan investigasi tengah berjalan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk menahan armada yang terlibat dalam insiden tersebut. "Saat ini kapal sudah kami tahan. Kami juga telah meminta KSOP untuk segera melakukan investigasi mendalam atas kejadian ini," pungkasnya.

[TOS]



Berita Lainnya