Kaltim

Kasus DBD Meningkat, Dinkes Kaltim Imbau Masyarakat Galakkan Gerakan 3M Plus

Kaltim Today
23 September 2022 19:11
Kasus DBD Meningkat, Dinkes Kaltim Imbau Masyarakat Galakkan Gerakan 3M Plus
Ilustrasi. (Foto: Pexels)

Kaltimtoday.co, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkapkan, terjadi tren peningkatan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah daerah di Kaltim hingga Agustus 2022.

Secara keseluruhan, telah dilaporkan sebanyak 3.034 kasus yang ditemukan positif DBD, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.898 kasus selama 2021. Hal ini menjadi fokus perhatian agar warga lebih meningkatkan kewaspadaan dan perketat kebersihan lingkungan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim, dr Ivan Hariyadi menerangkan bahwa, sejumlah daerah tersebut di antaranya Berau, Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Diketahui, di Berau pada 2021 ditemukan 78 kasus positif DBD dengan 2 kematian, data hingga Agustus 2022 meningkat dengan capaian 268 kasus dan 1 kematian.

Tren peningkatan ini juga terjadi di Kutai Barat dengan jumlah 163 kasus dari Januari hingga Agustus 2022 yang tiga kali lipat melebihi jumlah kasus positif DBD pada 2021 dengan jumlah 49 kasus. Selanjutnya, di Mahakam Ulu didapati 57 kasus positif DBD, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 35 kasus.

“Tren peningkatan terjadi seiring dengan mulai tingginya mobilitas warga di masa pemulihan pasca pandemi Covid-19. Di Mahakam Ulu misalnya, didapati bahwa sebagian besar pasien DBD yang terjangkit disebabkan aktivitas bepergiannya yang cukup masif keluar dan dalam kota. Di samping itu, faktor kebersihan lingkungan pun jadi penentu, sebab kita tahu bahwa penyakit ini terjadi dikarenakan perkembangbiakkan nyamuk Aedes Aegypti yakni adanya jentik-jentik yang ditemukan di penyimpanan air,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Dinkes mengimbau kepada seluruh warga untuk lakukan Gerakan 3M Plus, yakni  menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum dan penampung air lemari es. Kemudian yang kedua dengan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi dan toren air. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Serta plus nya menghindari gigitan nyamuk.

Selaras dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pun tengah gencar menyosialisasikan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, yakni menunjuk salah satu anggota keluarga atau anggota rumah untuk menjadi Jumantik yang secara konsisten dapat memeriksa kebersihan terutama dalam tampungan air dan sampah atau barang-barang yang tidak digunakan.

“Lalu, para Jumantik ini diharapkan dapat melaporkan pada koordinator Jumantiknya agar data dapat segera dihimpun dan secara periodik dapat dilaporkan, sehingga ketika ada temuan, pihak Dinkes setempat bersama aparat desa dapat segera melakukan penyelidikan lebih mendalam di lingkungan tersebut,” tambahnya.

Selain imbauan ini, Dinkes pun meminta kepada seluruh warga agar segera dapat memeriksakan dirinya di Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat dan bila gejalanya semakin serius dapat dirujuk ke Rumah Sakit Daerah setempat.

[RWT | ADV DISKOMINFO KALTIM]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya