Daerah

Kasus Dugaan Pelecehan Anak di Kembang Janggut Kini Ditangani Polres Kukar, Camat Sebut Pelaku Bukan Guru Mengaji

Supri Yadha — Kaltim Today 26 Juni 2026 18:00
Kasus Dugaan Pelecehan Anak di Kembang Janggut Kini Ditangani Polres Kukar, Camat Sebut Pelaku Bukan Guru Mengaji
Ilustrasi.

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Kecamatan Kembang Janggut sempat ditangani Polsek setempat, kini beralih ke Polres Kutai Kartanegara (Kukar). 

Namun di tengah proses hukum yang masih berjalan, Pemerintah Kecamatan memastikan aktivitas belajar mengaji tetap berlangsung dengan pengajar yang berbeda, sembari menyiapkan lokasi baru agar anak-anak dan orang tua merasa lebih aman. Selain itu juga, terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.

Camat Kembang Janggut, Suhartono mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari lingkungan tempat tinggal korban, terduga pelaku saat ini telah berstatus tersangka. 

Namun demikian, yang bersangkutan belum ditahan karena memperoleh penangguhan penahanan melalui penasihat hukumnya.

Suhartono juga meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat. Ia mengatakan, tersangka bukan merupakan guru mengaji.

Ia  menjelaskan, terduga pelaku ini merupakan pemilih rumah yang menyediakan kediamannya menjadi tempat belajar mengaji secara gratis. Sedangkan guru yang mengajar di lokasi itu merupakan tenaga didik berbeda yang berada di bawah binaan langsung pemerintah desa.

Meski lokasi tersebut tengah menjadi bagian dari proses hukum, kegiatan belajar mengaji dipastikan tetap berjalan.

"Proses mengajar tetap berjalan seperti biasa karena didukung oleh pembiayaan dan honor guru dari dana desa," kata Suhartono, Jumat (26/6/2026).

Untuk menghindari dampak psikologis terhadap anak-anak maupun orang tua. Pemerintah Kecamatan bersama pemerintah desa kini menyiapkan pemindahan lokasi belajar mengaji ke tempat lain. 

Pembahasan dengan pengurus TPA juga terus dilakukan guna mencari lokasi yang dinilai lebih layak dan aman.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak desa untuk mencarikan ruang baru bagi anak-anak agar dapat belajar mengaji, ini juga upaya kami untuk menghindari trauma yang dialami mereka," sambungnya.

Selain memastikan pendampingan terhadap para korban, Suhartono turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan masing-masing.

Selain itu juga, orang tua turut aktif mengedukasi anak-anaknya supaya berani melapor apabila ada orang lain  yang melakukan tindakan menyimpang atau menyentuh area sensitif tubuh. 

“Anak-anak juga diminta untuk tidak mudah memercayai atau ikut dengan ajakan orang-orang yang tidak berkepentingan," tandasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya