Gaya Hidup

Lailatul Qadar pada 10 Malam Terakhir Ramadan 2026, Begini Tanda dan Keutamaannya

Network — Kaltim Today 10 Maret 2026 08:14
Lailatul Qadar pada 10 Malam Terakhir Ramadan 2026, Begini Tanda dan Keutamaannya
Ilustrasi Lailatul Qadr. (Baznas)

Kaltimtoday.co - Memasuki fase akhir Ramadan 2026, umat Islam mulai bersiap menyambut datangnya Lailatul Qadar. Malam ini dikenal sebagai malam penuh kemuliaan karena nilai ibadah di dalamnya diyakini lebih baik daripada beribadah selama 1.000 bulan atau sekitar 83 tahun.

Keutamaan luar biasa ini membuat kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak amal kebajikan pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Lailatul Qadar dipercaya sebagai waktu turunnya rahmat, ampunan, dan berbagai ketetapan penting dari Allah Swt. 

Secara harfiah, Lailatul Qadar bermakna malam penetapan takdir atau malam kemuliaan. Hal ini merujuk pada peristiwa bersejarah turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia, sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Qadr ayat 1-5. 

Mengenai waktu terjadinya, tidak ada manusia yang mengetahui secara pasti kapan malam istimewa itu tiba. Namun, merujuk pada berbagai hadis sahih, Lailatul Qadar terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, dengan peluang lebih besar pada malam-malam ganjil.

Untuk Ramadan 1447 H atau tahun 2026 ini, malam ganjil tersebut diperkirakan jatuh pada tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Ketidakpastian waktu ini menjadi dorongan bagi umat Islam untuk konsisten menghidupkan seluruh malam di akhir bulan suci.

Meski rahasia, terdapat beberapa tanda alam yang sering dikaitkan dengan kehadiran malam mulia tersebut. Di antaranya adalah suasana malam yang terasa sangat tenang, sejuk, tidak terlalu panas maupun dingin, serta langit yang terlihat bersih dan cerah. 

Tanda lainnya yang kerap disebutkan dalam hadis adalah kondisi matahari pada pagi harinya. Matahari setelah Lailatul Qadar biasanya terbit dengan cahaya yang lembut, putih bersih, dan tidak menyilaukan mata, menciptakan kedamaian hingga terbit fajar.

Bagi mereka yang beribadah pada malam tersebut dengan iman dan mengharap pahala, Rasulullah SAW menjanjikan ampunan atas dosa-dosa masa lalu. Peluang emas ini menjadikan Lailatul Qadar sebagai momentum transformasi spiritual bagi setiap individu.

Para ulama menganjurkan beberapa amalan utama untuk meraih keberkahan malam tersebut. Mulai dari melaksanakan salat malam (tahajud, tarawih, witir), memperbanyak tadarus Al-Qur’an, hingga beriktikaf atau berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah.

Selain itu, umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak doa memohon ampunan, terutama doa: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku). 

[RWT] 



Berita Lainnya