Entertainment

Waspada Anak Tantrum dan Obesitas, Dokter Beberkan Bahaya Kecanduan Gadget

Kaltim Today
30 Juli 2026 13:10
Waspada Anak Tantrum dan Obesitas, Dokter Beberkan Bahaya Kecanduan Gadget
Ilustrasi. (Pixabay)

Kaltimtoday.co - Penggunaan perangkat digital atau gadget pada anak-anak yang terlampau intensif tanpa pengawasan ketat orang tua berisiko memicu dampak buruk terhadap kesehatan fisik maupun gangguan tumbuh kembang.

Dokter spesialis anak, dr. Dianing Latifah, mengungkapkan bahwa paparan layar (screen time) yang berlebihan dapat memicu mata lelah, gangguan pola tidur, nyeri leher dan punggung, serta penurunan aktivitas fisik yang berisiko memicu obesitas pada anak.

"Gadget sebenarnya bukan sesuatu yang harus dijauhkan dari anak. Yang terpenting adalah bagaimana orang tua mendampingi dan mengatur penggunaannya agar tetap sehat dan seimbang. Jika digunakan secara berlebihan, dampaknya tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga perkembangan emosi, kemampuan belajar, dan keterampilan sosial anak," ujar dr. Dianing Latifah dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Dokter Dianing menjelaskan bahwa indikator kecanduan gadget tidak hanya dihitung dari durasi pemakaian, tetapi juga tercermin dari perubahan perilaku. Anak cenderung kehilangan minat pada aktivitas fisik, membatasi interaksi sosial, hingga meledak emosinya saat akses perangkat dibatasi.

"Bila anak menangis, marah, atau tantrum setiap kali gadget diambil, kemudian lebih memilih layar dibanding bermain bersama teman atau keluarga, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian orang tua. Kurangnya interaksi sosial secara langsung bisa memengaruhi kemampuan komunikasi dan perkembangan sosial anak," jelasnya.

Guna mengatasinya, dr. Dianing menyarankan agar orang tua tidak mendadak melarang penggunaan gadget secara total, melainkan memangkas durasi pemakaian secara bertahap sembari mengalihkan perhatian anak ke aktivitas alternatif seperti berolahraga, membaca, atau berkreasi bersama keluarga.

Aturan konsisten juga wajib diterapkan, seperti melarang penggunaan gawai saat jam makan, waktu belajar, serta satu jam sebelum tidur. Disiplin ini harus dijalankan oleh seluruh anggota keluarga agar anak mendapatkan contoh langsung.

"Anak adalah peniru yang sangat baik. Karena itu, orang tua juga harus menjadi teladan dalam menggunakan gadget. Jika orang tua terus bermain ponsel saat berkumpul bersama keluarga, anak akan menganggap kebiasaan tersebut sebagai sesuatu yang normal," tegas dr. Dianing.

Ia mengimbau orang tua untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak apabila anak menunjukkan gejala gangguan tidur berat, penurunan prestasi belajar yang drastis, hingga tantrum hebat yang sulit dikendalikan.

"Semakin cepat dilakukan pendampingan, semakin besar peluang untuk mencegah dampak yang lebih serius terhadap tumbuh kembang anak. Jangan ragu berkonsultasi agar penanganannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak," pungkas dr. Dianing. 

[RWT] 



Berita Lainnya