Daerah

Luncurkan Car Free Night Kesuma Bangsa, Dishub Samarinda Ajak Warga Budayakan Jalan Kaki

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 19 April 2026 08:31
Luncurkan Car Free Night Kesuma Bangsa, Dishub Samarinda Ajak Warga Budayakan Jalan Kaki
Suasana Car Free Night Jalan Kesuma Bangsa di Samarinda yang mulai diberlakukan. (Nindi/Kaltimtoday.co)

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Jalan Kesuma Bangsa di Samarinda resmi bertransformasi menjadi ruang publik tanpa kendaraan bermotor pada Sabtu malam, 18 April 2026. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perhubungan menginisiasi Car Free Night (CFN) sebagai langkah awal untuk menghidupkan suasana kota sekaligus memfasilitasi interaksi sosial warganya. 

Penutupan akses bagi kendaraan bermotor di jalur ini diberlakukan mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WITA. Program ini dirancang sebagai rangkaian kegiatan yang akan berlanjut dengan Car Free Day pada keesokan paginya di lokasi yang sama.

Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengungkapkan bahwa respons masyarakat terhadap pembukaan perdana kawasan ini sangat tinggi. Sejak sore hari, warga sudah mulai memadati area tersebut untuk melihat langsung konsep baru yang ditawarkan pemerintah kota. 

"Kita melihat antusiasme masyarakat cukup luar biasa. Karena di sekitar pukul 18.30, masyarakat kota Samarinda sudah pada berdatangan melihat apa sih Car Free Night itu," ujar Manalu saat ditemui di lokasi.

Selama periode penutupan jalan, arus mobilitas warga yang menggunakan kendaraan bermotor dialihkan agar masyarakat bisa bebas bergerak di badan jalan. Manalu menegaskan bahwa jalur ini memang dikhususkan untuk ruang aktivitas dan interaksi antarwarga yang selama ini sering terhambat oleh penggunaan kendaraan pribadi. 

Melalui agenda ini, pemerintah ingin menumbuhkan kembali budaya berjalan kaki yang berdampak positif pada kesehatan. "Di sini masyarakat akhirnya dilatih untuk berjalan kaki, kemudian bisa terjadi interaksi sosial antara masyarakat. Karena kalau masyarakat beraktivitas hanya dengan menggunakan mobil, motor pribadi, kan tidak ada terjadi interaksi sosial," jelasnya.

Kehadiran puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi motor penggerak ekonomi dalam gelaran ini. Dari total pendaftar yang mencapai hampir 270 tenant, pihak pengelola baru mengakomodasi sekitar 30 unit usaha untuk tahap awal dengan mempertimbangkan keberagaman jenis usaha. 

Manalu menyebutkan bahwa proses seleksi yang ketat sangat diperlukan agar pengalaman pengunjung lebih bervariasi. "Pada saat kemarin pendaftaran, ketika dibuka itu kurang lebih hampir 270-an tenant yang mendaftarkan. Tapi kan kita harus melakukan pemilihan berkaitan dengan UMKM-nya supaya bervariatif," tuturnya.

Ke depan, Dishub Samarinda merencanakan adanya sistem rotasi bagi para pedagang yang ingin berpartisipasi agar seluruh pendaftar mendapat kesempatan yang adil. Selain itu, Manalu melihat potensi besar pada segmen pemuda yang mendominasi kunjungan di malam Minggu.

“Kalau malam minggu ini saya lihat, lebih bagus kita buat kayak kafe-kafe lah. Supaya anak muda tambah banyak ya yang datang," imbuhnya.

Warga yang memadati kawasan tersebut pun menyambut baik kehadiran CFN sebagai alternatif hiburan keluarga dan tempat bersantai di akhir pekan. Faiq Hambela, salah satu pengunjung, menyebutkan bahwa perpaduan antara ketersediaan berbagai jajanan dan ruang terbuka menjadikannya lokasi yang tepat untuk melepas penat. 

Baginya, program ini sangat krusial dalam membentuk pola pikir masyarakat, terutama generasi muda, yang selama ini kurang terbiasa dengan aktivitas fisik di ruang publik. "Bagus banget ya programnya karena banyak sekali anak muda yang mungkin nggak terbiasa buat jalan kaki. Ini jadi budaya buat kita semuanya untuk terbiasa dengan jalan kaki," kata Faiq.

Selain manfaat kesehatan, Faiq juga menyoroti potensi CFN dalam mempererat hubungan sosial antarwarga Samarinda yang selama ini jarang bertemu karena kesibukan. Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan bisa menyasar jalan-jalan utama lainnya di masa depan secara bergilir. 

Meski saat pembukaan jumlah tenant dinilai belum menutupi seluruh jalur hingga ke titik lampu merah, ia optimis skala kegiatan akan terus berkembang dan semakin padat pada pelaksanaan berikutnya. 

"Harapannya sih ke depannya lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan publik seperti ini. Bisa bertegur sapa, mungkin yang tadinya susah bertemu jadi bisa bertemu lagi," kunci Faiq.

[TOS]



Berita Lainnya