Daerah
Mahasiswa ITK Merasa “Diprank” Program Gratispol, Wagub Kaltim Seno Aji Janji Tindak Lanjut
Kaltimtoday.co, Samarinda - Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji menanggapi perihal masalah pembatalan Gratispol terhadap sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan Timur (ITK) Balikpapan.
Mulanya, salah satu mahasiswi S2 Kelas Eksekutif ITK yakni Ade Rahayu merasa "Di-prank" oleh program tersebut, lantaran sebelumnya dirinya sudah diterima program Gratispol melalui kelas eksekutif. Namun, bulan Januari ini keluar Surat Pembatalan Resmi, bahwa kelas eksekutif tidak diakomodir oleh Gratispol.
Seno Aji baru mendapat informasi tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti permasalahan yang terjadi.
"Terkait hal tersebut, saya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu karena sampai saat ini saya belum menerima laporan dari Tim Gratispol. Nanti akan segera kami cek dan informasikan kembali, karena seharusnya hal seperti ini tidak boleh terjadi," sebutnya pada Selasa (20/01/2026).
Dari sisi Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim Nomor 24 Tahun 2025, memang disebutkan bahwa kelas eksekutif tidak terakomodasi. Namun, yang bersangkutan memiliki bukti percakapan dari admin Gratispol yang menyatakan kelas eksekutif (karyawan) terakomodasi.
"Hal ini akan kami tindak lanjuti. Kemungkinan permasalahan ini bersifat teknis, baik di internal ITK maupun di internal program Gratispol. Segera hari ini saya follow up," tegas Seno Aji.
Melalui laman postingan Ade di Instagram, banyak yang menyoroti dan berkomentar perihal masalah itu. Mengingat, program Gratispol disinyalir berdampak bagi seluruh pelajar di Kaltim, khususnya bagi mereka yang menempuh perguruan tinggi negeri dengan pembiayaan UKT gratis.
Ada juga menulis dalam postingannya bahwa ia keberatan sekaligus memohon penjelasan terkait pembatalan sepihak Beasiswa Gratispol yang dirinya alami.
"Sejak tahun 2025 kami telah dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Gratispol dan berdasarkan informasi resmi tersebut kami telah menjalani satu semester perkuliahan. Bahkan dalam pernyataan awal disampaikan bahwa biaya yang telah kami keluarkan akan diganti," ungkapnya.
Namun setelah satu semester berjalan, Ade justru diberitahu bahwa status Gratispolnya digagalkan. Hal ini menimbulkan dampak yang sangat berat, baik secara finansial maupun psikologis menurutnya.
"Kami telah memberi tahu orang tua, menyusun rencana pendidikan, dan banyak dari kami adalah kelas eksekutif yang bekerja sambil kuliah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Secara pribadi, saya juga ingin menyampaikan bahwa saya yatim, dan pendidikan ini adalah harapan besar bagi masa depan saya," tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Dampak El Nino Tekan Pasokan Pangan, Inflasi Kaltim September 2026 Naik Jadi 0,18 Persen
- 993 Peserta Ikuti Psikotes TUNAS 2026 di Unmul, Jadi Satu-satunya Lokasi Tes di Kalimantan
- Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 Perdana, Bupati Kukar Siapkan Nobar di Arbizz Space
- KukarGo Resmi Meluncur, UMKM Kukar Kini Punya Etalase Digital Tanpa Potongan Biaya
- Launching Arbizz Space, Bupati Kukar Harap Jadi Hub Rekreasi, Budaya, dan Bisnis di Tenggarong









