Daerah

Malnutrisi Turun Drastis dari 130 ke 59 Anak, Program Gizi di Kukar Dinilai Efektif

M Jaini Rasyid — Kaltim Today 22 Januari 2026 08:38
Malnutrisi Turun Drastis dari 130 ke 59 Anak, Program Gizi di Kukar Dinilai Efektif
Diseminasi Program JAPFA for Kids 2025 di Aula Dinas Kesehatan Kukar. (Dok. Pemkab Kukar)

TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Penanganan malnutrisi pada siswa Sekolah Dasar (SD) di Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan hasil signifikan. Sepanjang 2025, jumlah anak dengan indikasi malnutrisi tercatat menurun tajam dari 130 kasus menjadi 59 kasus melalui intervensi gizi dan edukasi hidup sehat.

Capaian ini dipaparkan dalam Diseminasi Program JAPFA for Kids 2025 di Aula Dinas Kesehatan Kukar, Rabu (21/1/2026). Mewakili Bupati Kukar dr Aulia Rahman Basri, Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat menyatakan bahwa kolaborasi dengan dunia usaha, khususnya PT Suri Tani Pemuka (STP), terbukti efektif menekan angka malnutrisi.

"Program JAPFA for Kids menyasar delapan SD di Kecamatan Loa Kulu dan Tenggarong dengan total 1.807 siswa. Anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan gizi, tetapi juga dibiasakan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten," ujar Taufik.

Berdasarkan data per Desember 2025, efektivitas program ini terlihat dari beberapa indikator kunci.

Pertama. Distribusi Gizi. Pemberian telur harian dilakukan sebanyak 24 kali dengan total lebih dari 50 ribu butir telur kepada 121 anak penerima manfaat utama.

Kedua, Tingkat Kepatuhan. Persentase konsumsi mencapai 95,03 persen, menunjukkan partisipasi yang sangat tinggi dari para siswa.

Ketiga, Edukasi Mingguan. Pelaksanaan "Hari Sehat JAPFA" yang meliputi senam gizi seimbang, pemeriksaan kebersihan kuku, hingga praktik cuci tangan pakai sabun.

Pemkab Kukar menilai sinergi antara pemerintah, perusahaan, pihak sekolah, dan orang tua menjadi kunci keberlanjutan program ini di lapangan. Program ini dianggap sejalan dengan visi "Kukar Idaman", khususnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mendukung misi "Kukar Berpendidikan".

Intervensi ini juga melengkapi skema bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu, guna memastikan anak-anak Kukar tumbuh sehat dan cerdas.

"Masa depan daerah ini berada di tangan generasi muda yang sehat dan kuat," pungkas Taufik.

[RWT]



Berita Lainnya