Kutim

Menjamur, Pasar Tumpah di Kutim Bakal Ditertibkan

Kaltimtoday.co, Sangatta – Semakin hari pasar tumpah semakin menjamur di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bahkan bukan hanya sekali seminggu saja pasar ilegal tersebut beroperasi, melainkan sudah seperti pasar tradisional yang beroperasi setiap harinya.

Hal tersebut tentu menjadi sorotan tajam dari warga maupun pedagang yang ada di dalam pasar. Sedikitnya ada 7 titik keberadaan pasar tumpah yang sangat menganggu, baik dari limbah domestik yang dihasilkan maupun kemacetan hingga persaingan harga antara penjual di pasar tradisional yang telah disediakan.

Baca juga:  AJKT Peduli Bencana Indonesia, Berikan Bantuan hingga Menangkan Lelang Lukisan

“Nantinya kami meminta agar Satpol PP segera menertibkan pasar tumpah ini, karena dengan menjamurnya pasar tumpah ini membuat masyarakat resah terutama tentang ketertiban umum dan lalu lintas,” jelas Kadisperindag Kutim H Zaini yang ditemui usai melakukan pembahasan pasar tumpah bersama OPD terkait, Selasa (19/1/2021).

Lanjut Zaini, salah satu pasar tumpah yang sudah banyak meresahkan masyarakat berada di Jalan Dayung dan Jalan Inpres. Yang mana pasar kaget tersebut sudah memakan badan jalan, sehingga berakibat pada jalanan yang menjadi macet.

Kendati demikian, Zaini tak menampik bahwa pasar tumpah sendiri dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah badai Covid-19, selain itu jarak dari rumah ke pasar tumpah yang dekat dengan harga yang dijual cukup bersaing membuat masyarakat lebih memilih berbelanja di pasar ilegal ini.

“Ini kami dukung juga untuk para pengelola pasar tumpah untuk mengurus izin dan harus sesuai dengan aturan sesuai jalurnya, dalam hal ini saya juga menyampaikan bahwa pasar tumpah dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun pasar tumpah ini harus disesuaikan dengan aturan main yang ada di Kutim,” pungkasnya.

Baca juga:  Donor Plasma Darah Jadi Alternatif untuk Bebas dari Covid-19

Untuk saat ini, Disperindag Kutim sudah menyiapkan lahan di Pasar Induk dan akan menampung semua pedagang agar tidak berjualan lagi di luar yang dapat mengganggu ketertiban, dengan harapan dapat berfungsi seperti pasar-pasar di daerah lain yang aktivitasnya hinga sore bahkan malam.

“Supaya pedagang tidak merasa dirugikan jika akan ditertibkan berjualan di sepanjang jalan, kami sudah menyiapkan lapak di pasar induk agar mereka bisa bergabung dan terfokus satu tempat,” tutupnya.

[El | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close