Nasional

Minta Maaf Setelah Banjir Kritik, BPIP Resmi Ganti Tema Lomba Karya Tulis Hormat Bendera Menurut Islam

Kaltimtoday.co – Setelah banjir kritik dari publik, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akhirnya resmi mengubah tema untuk lomba karya tulis, yang digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Baca juga:  Hetifah Dorong Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer yang Telah Lama Mengabdi Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes

Adapun tema yang resmi diubah itu Hormat Bendera Menurut Hukum Islam dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam.

Dikutip melalui akun Instagram resminya @bpipri, Senin (16/8/2021), dua tema tersebut diganti BPIP menjadi Pandangan Agama Dalam Menguatkan Wawasan Kebangsaan dan Peran Masyarakat Dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh.

Baca juga:  Update 24 Juni 2020: Tambah 1.113 Positif Covid-19, Kaltim Sumbang 9 Kasus

“Tema Lomba sebagaimana dimaksud dalam angka 1 dan angka 2 merupakan perubahan dan/atau pengganti dari tema sebelumnya yakni Hormat Bendera Menurut Hukum Islam dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam,” demikian yang ditulis admin @bpipri.

Dalam kesempatan tersebut, BPIP menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf apabila kegiatan lomba karya tulis yang diadakannya kurang sesuai dengan harapan masyarakat.

Baca juga:  Catat! Pengusaha Wajib Bayar THR 7 Hari Sebelum Lebaran

BPIP memilih untuk mengganti tema ketimbang meniadakan lomba karya tulis tersebut lantaran mengklaim animo masyarakat sangat besar untuk menggabungkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila untuk dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Baca juga:  Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Berlaku 1 Januari 2020

Adapun BPIP merasa senang karena kegiatan lomba karya tulis yang diadakannya tersebut mendapatkan perhatian dari berbagai elemen masyarakat.

“Menyikapi berbagai masukan dan tanggapan masyarakat terkait lomba Karya Tulis yang telah diberitakan di berbagai media massa, maka kami keluarga besar BPIP merasa senang sebagai lembaga baru yang mendapatkan perhatian yang cukup besar dari masyarakat dan tokoh yang telah memberikan komentar, masukan dan sarannya,” ujarnya.

“Hal ini juga terlihat banyaknya jumlah pendaftar semenjak diumumkan melalui medsos BPIP hingga sampai dengan saat ini 4  hari sudah tercatat lebih dari 300 orang pendaftar,” tambahnya.

Untuk diketahui, BPIP kembali menjadi sorotan kali ini terkait dengan acara perlombaan penulisan artikel tingkat nasional khusus para santri. Hal itu disorot lantaran tema dalam perlombaan dinilai kurang pas.

Hal itu salah satunya seperti apa yang disuarakan oleh Analis Media Sosial sekaligus pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi lewat akun Twitter-nya.

Menurutnya, justru baik santri maupun anak-anak masa kini lebih tertarik dengan tema lain seperti penanganan pandemi dalam pandangan Islam misalnya.

Baca juga:  Dipanggil ke Istana, Siang Ini Isran Dampingi Presiden Jokowi Konferensi Pers Terkait Lokasi Ibu Kota Baru

“Sekedar sharing ide buat mimin BPIP. Anak-anak santri NU, MU, anak-anak gen Z, millenial, KPoppers, mereka concernnya ke topik; climate change, tanam mangrove, bantu Covid-19 lintas agama, dan lain-lain. Coba topiknya kekinian: pandangan Islam tentang climate change, kerja lintas agama, dan lain-lain,” kata Ismail dalam cuitannya yang dipersilakan untuk dikutip Suara.com-jaringan Kaltimtoday.co, Jumat (13/8/2021).

Untuk diketahui tema perlombaan BPIP tersebut yakin pertama, hormat bendera menurut Islam dan kedua, menyanyikan lagu  kebangsaan menurut Islam.

Ismail meminta agar BPIP seharusnya mengajak para santri hingga anak-anak masa kini untuk mewujudkan Pancasila dalam konteks kekinian.

Baca juga:  Cegah Virus Corona, Arab Saudi Hentikan Pelayanan Umrah

“Bagaimana nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai Agama menjawab problem besar manusia,” ungkapnya.

Perlombaan tersebut diketahui usai akun Twitter resmi BPIP mengunggah flyer perlombaan tersebut.

Namun, nampaknya perlombaan tersebut menjadi sorotan lantaran tema yang ditentukan dinilai kontroversi.

Baca juga:  Kabar Duka, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Tema perlombaan BPIP tersebut yakin pertama, hormat bendera menurut Islam dan kedua, menyanyikan lagu  kebangsaan menurut Islam.

Adapun untuk hadiah perlombaan ini Juara akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 7 juta, Juara II uang pembinaan sebesar Rp 5,5 juta dan Juara III uang pembinaan Rp 3,5 juta.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close