Gaya Hidup

Mulai 18 Mei 2026, Ini Deretan Keutamaan Puasa Sunah di Awal Bulan Zulhijah

Network — Kaltim Today 21 Mei 2026 17:10
Mulai 18 Mei 2026, Ini Deretan Keutamaan Puasa Sunah di Awal Bulan Zulhijah
Ilustrasi. (Pixabay)

Kaltimtoday.co - Puasa pada bulan Zulhijah menjadi salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, terutama pada sembilan hari pertama sebelum hari raya Iduladha. Periode ini dinilai sebagai kesempatan emas bagi seorang muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus mendekatkan diri kepada Allah Swt. 

Keistimewaan sembilan hari pertama Zulhijah muncul karena terkumpulnya berbagai ibadah utama dalam satu waktu, mulai dari salat, puasa, sedekah, hingga ibadah haji. Hal ini menjadikan hari-hari tersebut sebagai waktu dengan amal saleh yang paling dicintai oleh Allah Swt.

Berdasarkan Hadis Riwayat Bukhari Nomor 969, Rasulullah SAW menjelaskan tidak ada hari ketika amal saleh lebih dicintai Allah melebihi sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, bahkan dibandingkan dengan ibadah jihad, kecuali bagi syuhada yang mengorbankan jiwa dan seluruh hartanya.

Selain itu, menjalankan puasa pada periode ini juga menjanjikan pelipatan pahala yang besar. Merujuk Hadis Riwayat At-Tirmidzi, satu hari berpuasa pada sepuluh hari pertama Zulhijah memiliki keutamaan yang setara dengan satu tahun berpuasa sunah.

Di antara sembilan hari tersebut, tanggal 9 Zulhijah atau Hari Arafah memiliki keutamaan yang paling besar. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Arafah dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang.

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Sebaliknya, bagi jemaah haji, sebagian ulama memandang puasa tersebut tidak dianjurkan agar kondisi fisik mereka tetap kuat dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di tanah suci.

Hari Arafah juga menjadi momentum pembebasan dari siksa neraka. Sesuai Hadis Riwayat Muslim, tidak ada hari ketika Allah membebaskan lebih banyak hamba-Nya dari api neraka selain pada Hari Arafah, sehingga waktu tersebut sangat tepat untuk memperbanyak doa dan istigfar.

Berdasarkan ketetapan Kementerian Agama, awal Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, pelaksanaan puasa sunah Zulhijah berlangsung mulai 18 Mei hingga 26 Mei 2026, sedangkan hari raya Iduladha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Secara spesifik, puasa sunah pada tanggal 8 Zulhijah dikenal sebagai puasa Tarwiyah, sementara tanggal 9 Zulhijah disebut puasa Arafah. Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan, para ulama menjelaskan bahwa pembayaran atau qada puasa dapat dilakukan bersamaan dengan puasa sunah ini.

Niat puasa sunah tanggal 1 sampai 7 Zulhijah adalah Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ. Sementara untuk puasa Tarwiyah dibaca Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ, dan puasa Arafah dibaca Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Pelaksanaan puasa ini sama seperti puasa pada umumnya, yakni sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Apabila seseorang lupa membaca niat pada malam hari, niat puasa sunah tetap sah dilakukan pada siang hari sebelum waktu Zuhur, dengan catatan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

[RWT] 



Berita Lainnya