Daerah

Musim Libur Sekolah, Penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Melonjak hingga 15 Persen

Kaltim Today
24 Juni 2026 19:09
Musim Libur Sekolah, Penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Melonjak hingga 15 Persen
Bandara SAMS SEPINGGAN Balikpapan. (Dok. Pemprov Kaltim)

Kaltimtoday.co - Pergerakan masyarakat selama musim libur sekolah tahun ini memicu lonjakan penumpang yang cukup signifikan di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Jumlah penumpang di bandara tersebut tercatat mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan dengan hari-hari normal.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengungkapkan bahwa pada hari biasa sebelum periode libur sekolah, jumlah penumpang yang dilayani berkisar antara 9.000 hingga 11.000 orang per hari. Namun, memasuki masa liburan, angka tersebut melonjak tajam.

"Saat ini kita mencatat di 9.000 bahkan sampai dengan 15.000 penumpang per hari," ungkap Iwan saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (24/6/2026). 

Menyikapi lonjakan arus penumpang ini, pihak manajemen bandara menyatakan telah melakukan berbagai persiapan matang. Langkah ini diambil demi menjaga kelancaran, keamanan, dan kenyamanan operasional seluruh pengguna jasa bandara di lapangan.

Iwan menegaskan, persiapan dilakukan secara menyeluruh mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), optimalisasi fasilitas pendukung, hingga prosedur operasional standar. Pihak bandara juga mengantisipasi potensi masalah operasional, termasuk penanganan jika terjadi keterlambatan penerbangan oleh maskapai.

"Dalam kondisi libur panjang maupun tidak, kita selalu mengedepankan kesiapan kita terkait dengan people, fasilitas, kemudian terkait dengan SOP. Kita sudah pastikan semuanya siap, termasuk SOP penanggulangan manajemen delay," tambahnya.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa transportasi udara hingga saat ini tetap menjadi primadona dan pilihan utama bagi mobilisasi masyarakat di Kalimantan Timur. Hal tersebut dinilai tidak lepas dari kondisi geografis wilayah yang memang sangat bergantung pada konektivitas jalur udara dan laut untuk mobilisasi antarpulau. 

[RWT] 



Berita Lainnya