Daerah
Nasib Anak dan Cucu Veteran Pejuang Sangasanga Masih Luput dari Perhatian Pemerintah
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Perjuangan merebut dan mempertahankan Merah Putih di Sangasanga telah tercatat sebagai bagian penting sejarah nasional. Namun di balik kisah heroik itu, nasib anak dan cucu veteran pejuang hingga kini masih luput dari perhatian pemerintah, terutama dalam pemenuhan kesejahteraan dan penghargaan yang layak.
Kenyataan tersebut disampaikan Ahmad Hasan, anak dari veteran pejuang La Hasan, yang mengaku hingga kini perhatian pemerintah terhadap keluarga pejuang masih jauh dari harapan. Ia menilai, pengorbanan para veteran yang mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penghargaan dan jaminan kesejahteraan bagi anak dan cucu yang ditinggalkan.
Ahmad mengungkapkan, dirinya sempat berharap dapat menyampaikan langsung masukan kepada pemerintah daerah maupun provinsi terkait kondisi anak dan cucu veteran, khususnya pejuang Sangasanga.
“Tolonglah anak-anak pejuang, yang ditinggalkan oleh kakeknya, bapaknya. Jangan dilupakan,” ujar Ahmad.
Perhatian yang dimintanya tersebut tidak selalu harus berbentuk bantuan materi, tetapi bisa diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan akses pekerjaan atau jaminan hidup yang lebih layak bagi keluarga veteran. Menurutnya, hal itu penting agar keturunan pejuang tidak terus hidup dalam kesulitan.
“Kami ini hanya ingin dihargai sedikit. Perjuangan itu bukan cerita orang lain, tapi orang tua dan kakek kami sendiri,” katanya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa sejarah perjuangan di Sangasanga bukan hanya soal peristiwa besar yang dikenang setiap tahun, tetapi juga menyangkut nasib orang-orang yang menjadi bagian langsung dari perjuangan tersebut. Tanpa perhatian berkelanjutan, menurutnya, nilai-nilai pengorbanan itu perlahan bisa kehilangan makna.
Dirinya berharap, baik pemerintah daerah maupun pusat, dapat lebih serius memikirkan kebijakan khusus bagi anak dan cucu veteran pejuang. Sebab, penghargaan terhadap jasa pahlawan seharusnya tidak berhenti pada monumen dan upacara seremonial saja.
“Kami tidak minta berlebihan. Cukup diperhatikan, diakui, dan dihargai sebagai keluarga pejuang,” pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- Taman Patung Soekarno di Sangasanga, Ikon Baru Ruang Terbuka Hijau di Kukar
- IKN Berdampak terhadap Peningkatan Produk UMKM di Kutai Kartanegara
- Dekat Pusat Perkotaan, Irwan Sayangkan Kondisi Jalan Usaha Tani Kelurahan Bukit Biru Belum Layak
- Program Sandes dan BSPS Sasar Ribuan Warga Kaltim
- Irwan Tinjau Progres Pembangunan Rehabilitasi Sekolah di Kutai Kartanegara









