Kutim

Nyaris Penuh, 90 Persen Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di RSUD Kudungga Kutim Terpakai

Kaltim Today
30 Juli 2021 19:45
Nyaris Penuh, 90 Persen Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di RSUD Kudungga Kutim Terpakai
Direktur Utama RSUD Kudungga Sangatta, Anik Istiyandari saat menghadiri rapat evaluasi bersama tim satgas Covid-19.(Ramlah/Kaltimtoday.co).

Kaltimtoday.co, Sangatta - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta menyediakan 108 tempat tidur untuk ruang isolasi pasien Covid-19 dan telah terpakai sebanyak hampir 90 persen secara keseluruhan.

RSUD Kudungga Sangatta memiliki jumlah tempat tidur sebanyak 201 buah. Dimana, saat ini sejumlah 108 bed disediakan untuk menangani pasien Covid-19 untuk isolasi.

“Pasien Covid-19 kategori kondisi sedang hingga berat kami isolasi di RSUD Kudungga,” ungkap Direktur Utama RSUD Kudungga Sangatta, Anik Istiyandari kepada media ini.

Dia melaporkan, dari 108 tempat tidur yang disediakan, sudah terpakai sebanyak 96 buah. Itu artinya hampir 90 persen tempat tidur khusus pasien Covid-19 yang sudah terpakai.

Meskipun demikian, dia tetap menyiapkan tempat tidur cadangan jika terjadi lonjakan kembali.

“Kami sudah siapkan untuk ruang isolasi tambahannya, hanya saja terkendala pada tenaga kesehatan (nakes) yang kami miliki kurang,” paparnya.

Jika nakes untuk perawat pasien Covid-19 telah tercukupi maka akan dilakukan penambahan ruang isolasi. Sementara ini, pihaknya telah mendapat bantuan tenaga relawan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim.

“Kami hanya dapat tenaga relawan dari Dinkes sebanyak 5 orang. Kalau dulu kami dapat tenaga relawan dari RS swasta, sekarang hanya dari Dinkes,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, pihaknya sedang merekrut nakes khusus perawat sebanyak 20 orang serta dokter spesialis paru-paru sebanyak 1 orang. Namun, hingga saat ini belum tercukupi lantaran kebanyakan pelamar enggan menempati posisi yang menangani pasien Covid-19.

“Kami sudah membuka rekrutmen tenaga medis perawat sebanyak 20 orang dan dokter spesialis paru-paru 1 orang, tapi belum terpenuhi karena banyak yang tidak mau menangani pasien Covid-19,” tandasnya.

[EL | NON]



Berita Lainnya