Nusantara
Otorita IKN Evaluasi Berkala Pembangunan Tahap II Menuju Ibu Kota Politik 2028
NUSANTARA, Kaltimtoday.co - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mempercepat pembangunan fisik Tahap II untuk mewujudkan target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028. Target ini mengacu pada amanat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025.
Untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, Otorita IKN rutin melakukan monitoring dan evaluasi bersama pihak swasta, investor, kementerian, lembaga, serta penyedia jasa konstruksi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Multifunction Hall, Gedung Kemenko 1, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Selasa (14/7/2026).
Pembangunan IKN saat ini didukung oleh tiga skema pembiayaan, yaitu APBN kementerian, APBN melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan investasi swasta. Pembangunan dari dana APBN tidak hanya dilaksanakan oleh Otorita IKN, tetapi juga didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Melalui APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik dengan rincian 9 paket selesai pada 2025, 15 paket dalam tahap konstruksi, dan 16 paket dalam persiapan lelang. Paket yang masih dalam proses konstruksi meliputi gedung perkantoran, kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, serta jaringan perpipaan air minum.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan fisik, di mana 78 paket telah selesai dan 12 paket masih dalam proses konstruksi. Proyek strategis yang tengah berjalan antara lain pembangunan Jalan Tol IKN dan Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek.
Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan, dengan capaian 11 paket telah selesai dan 1 paket masih dalam tahap konstruksi. Satu paket yang sedang berjalan tersebut adalah pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi.
Dari skema investasi swasta, hingga saat ini sudah ada 67 pelaku usaha yang menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dari jumlah tersebut, 9 proyek telah selesai dibangun dan 6 proyek sedang memasuki tahap konstruksi.
Proyek swasta yang sedang dikonstruksi meliputi Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.
Melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa yang terdiri atas 7 sektor hunian dan 6 sektor jalan. Dalam waktu dekat, skema ini akan memasuki tahap pembangunan 108 unit rumah tapak oleh PT Intiland Development Tbk dan 8 menara rumah susun oleh PT Nindya Karya.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa percepatan pembangunan harus tetap mengedepankan keselamatan kerja (K3) dan menjaga kualitas hasil pembangunan di lapangan.
"K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan," ujar Basuki.
Selain memantau progres fisik, forum monitoring dan evaluasi ini juga membahas berbagai isu strategis serta kendala di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan penyelarasan pelaksanaan pembangunan dari seluruh skema pembiayaan yang ada.
[TOS]
Related Posts
- Komisi III DPRD Samarinda Pastikan Usulan Anggaran Infrastruktur 2027 Tepat Sasaran
- DPRD Samarinda Pastikan Raperda Lingkungan Hidup Selaras dengan Regulasi Nasional
- Komisi IV DPRD Samarinda Minta Anggaran Pendidikan 2027 Difokuskan pada Perbaikan Sekolah Paling Mendesak
- Komisi I DPRD Samarinda Pastikan APBD 2027 Hanya Biayai Program yang Efektif
- Sidang Gugatan SK TAGUPP Kaltim, 5 Anggota Ajukan Diri Jadi Tergugat Intervensi









