Daerah

Pagu Naik Jadi Rp150 Juta per RT, Bupati Kukar Luncurkan Program RT-Ku Terbaik

Supri Yadha — Kaltim Today 23 Juni 2026 19:04
Pagu Naik Jadi Rp150 Juta per RT, Bupati Kukar Luncurkan Program RT-Ku Terbaik
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat memberikan sambutan dalam peluncuran program RT-Ku Terbaik. (Supri/Kaltimtoday.co)

TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Dengan cakupan wilayah yang luas dan ribuan Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di seluruh daerah, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) resmi memperkuat fondasi pembangunan dari tingkat paling bawah. Komitmen ini ditandai dengan peluncuran program "RT-Ku Terbaik" yang mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp150 juta untuk setiap RT.

Program strategis tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (23/6/2026).

Aulia memaparkan, penguatan pembangunan berbasis masyarakat di tingkat RT menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini. Terlebih, Kutai Kartanegara memiliki wilayah administrasi yang cukup besar, terdiri dari 20 kecamatan, 193 desa, 44 kelurahan, dan total 3.212 RT.

"Hari ini sebenarnya kita melaksanakan program peluncuran untuk program RT-Ku Terbaik," ujar Aulia.

Ia menjelaskan bahwa peluncuran program baru ini terlaksana pada pertengahan tahun lantaran proses penyusunan regulasi matang yang menjadi landasan hukum pelaksanaannya baru saja rampung secara menyeluruh.

Menurut Aulia, RT-Ku Terbaik merupakan pengembangan dari program stimulus sebelumnya yang mengalokasikan dana Rp50 juta per RT. Kini, nilai bantuan ditingkatkan menjadi Rp150 juta per RT dengan harapan mampu memberikan dampak pembangunan mikro yang jauh lebih masif bagi masyarakat.

"Pelaksanaannya tentunya program ini mengalihkan dari dulu program 50 juta per RT menjadi 150 juta per RT. Kita harapkan dengan semakin meningkatnya pembiayaan ini semakin memberi manfaat kepada masyarakat yang ada di level RT. Tentunya proses penggunaannya pun harus semakin ditingkatkan lagi," tuturnya.

Lebih lanjut, Aulia menambahkan terdapat perbedaan mekanisme penyaluran anggaran dibanding program tahun-tahun sebelumnya. Guna memperlancar birokrasi, dana akan disalurkan melalui pihak kecamatan dengan kode rekening tertentu dan diwujudkan dalam bentuk belanja uang.

"Sedikit perbedaannya karena ini turunnya melalui kecamatan melalui dana, kode rekening yang digunakan ini dalam bentuk belanja uang," sambung Aulia.

Di samping pengetatan pengawasan internal dari jajaran instansi pemerintah, Aulia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat memegang mandat penting untuk ikut serta mengawal penggunaan anggaran agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal di lingkungannya masing-masing.

Ia menggarisbawahi bahwa tolok ukur kesuksesan program inovatif ini tidak hanya ditentukan oleh aspek tertib administrasi dan serapan anggaran, melainkan dari hidupnya roh gotong royong dan partisipasi publik sejak tahap perencanaan.

"Keterlibatan seluruh warga masyarakat yang ada di RT, dalam bentuk musyawarah RT maupun pelaksanaan yang ada di RT itu menjadi sesuatu atau menjadi pilar utama keberhasilan dari program ini," pungkasnya.

[TOS]



Berita Lainnya