Daerah
Pemkab Kukar Buka Pendaftaran Beasiswa Idaman 2026, Sediakan 7.026 Kuota dengan Anggaran Rp56,4 Miliar
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Kukar Idaman Terbaik tahun 2026. Program ini menargetkan 7.026 penerima mulai dari tingkat SMA/SMK sederajat hingga mahasiswa perguruan tinggi, dengan periode pendaftaran 26 April hingga 6 Juni 2026 melalui laman resmi beasiswa.kukarkab.go.id.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Fathul Alamin, merincikan bahwa ribuan kuota tersebut terbagi dalam beberapa kategori. Di antaranya beasiswa tematik bidang kesehatan, akuntansi negara (STAN), transportasi darat (STTD), prestasi pelajar dan santri, serta beasiswa stimulan mahasiswa.
"Tahun ini kuota Beasiswa Kukar Idaman Terbaik sebanyak 7.026 penerima, terbagi dalam beberapa program yaitu tematik, prestasi, bantuan pendidikan, serta stimulan," ujar Fathul Alamin, Rabu (6/5/2026).
Rincian kuota untuk kategori tematik meliputi lima kursi untuk STTD dan lima kursi untuk STAN. Sementara itu, bantuan pendidikan santri mendapatkan alokasi terbesar yakni 3.900 kuota, disusul beasiswa stimulan untuk jenjang S1 sebanyak 2.956 kuota dengan besaran bantuan Rp5 juta per tahun.
Untuk beasiswa tematik kesehatan, total kuota yang tersedia sebanyak 155 orang yang tersebar di tujuh perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemkab Kukar.
"Kemudian kalau untuk yang beasiswa stimulan, yang S1, itu tahun ini kita buka sejumlah 2.956 orang,” ucap Fathul.
Ia menjelaskan, khusus beasiswa tematik kuotanya disesuaikan dengan kebutuhan organisasi perangkat daerah (OPD). Setelah menyelesaikan pendidikan, penerima beasiswa diwajibkan kembali ke Kukar guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di perangkat daerah masing-masing.
Salah satu contohnya pada sektor kesehatan. Dinas Kesehatan Kukar telah menyusun roadmap kebutuhan tenaga kesehatan dengan memetakan formasi kosong di rumah sakit maupun puskesmas.
Melalui skema tersebut, setelah lulus maka penerima beasiswa nantinya akan kembali ke Kukar untuk mengisi kebutuhan tenaga kesehatan yang masih kurang.
“Memang khusus beasiswa tematik kesehatan ini untuk memenuhi kebutuhan SDM, karena Kukar yang butuh maka setelah kuliah langsung diikat untuk balik ke Kukar lagi,” ungkapnya.
Penerima beasiswa tematik mendapatkan pembiayaan penuh selama delapan semester, mulai dari uang kuliah tunggal (UKT) hingga biaya kos.
Namun demikian, terdapat syarat akademik yang harus dipenuhi. Penerima wajib mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25.
Jika dalam perjalanan studi IPK berada di bawah standar, mahasiswa akan mendapatkan pembinaan satu kali. Apabila pada semester berikutnya tidak mengalami peningkatan, maka beasiswa akan dihentikan.
“Ketika nanti, misalkan dia di perjalanan itu ternyata standar minimal IPK-nya itu di bawah standar yang kita tentukan, itu akan stop beasiswanya dan dia wajib mengembalikan biaya yang sudah dibayar oleh pemerintah kepadanya,” imbuhnya.
Fathul menambahkan, total anggaran yang dialokasikan khusus untuk program beasiswa yang ditangani Bagian Kesra mencapai Rp56,4 miliar. Angka tersebut belum termasuk beasiswa SD-SMP yang ditangani Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta beasiswa ASN dari BKPSDM Kukar.
Besaran bantuan yang diterima juga berbeda sesuai kategori beasiswa. Untuk beasiswa stimulan diberikan sebesar Rp5 juta per tahun, sedangkan bantuan pendidikan santri sebesar Rp250 ribu per bulan selama satu tahun penuh.
“Kalau untuk yang tematik, ini memang beda karena memang kita bayarnya sesuai UKT, sehingga memang sesuai dengan UKT di perguruan tingginya masing-masing. Jadi menyesuaikan,” tandasnya.
[RWT]
Related Posts
- Irwan Tinjau Progres Pembangunan Rehabilitasi Sekolah di Kutai Kartanegara
- Tinjau Pertanian di Desa Sidomulyo, Irwan Bakal Realisasikan Perbaikan Jalan Usaha Tani
- Desa Mulawarman Kukar Kini Punya Sirkuit Grasstrack Motocross Berstandar Nasional
- Punya Lumbung Pangan, Bupati Kukar Harap Kades Giri Agung Belajar ke Desa Loa Sumber
- Ketua IDI Kukar Sebut Pembangunan IKN Bawa 4 Keuntungan di Bidang Kesehatan









