Daerah
Pemprov Kaltim Bantu 63 Pokdakan pada 2026, Benih Ikan Masih Jadi Bantuan Terbanyak
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kepada 63 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) sepanjang 2026. Di tengah keterbatasan anggaran, bantuan diberikan berdasarkan skala prioritas dengan mengutamakan kelompok yang belum pernah menerima bantuan agar lebih banyak pembudidaya dapat mengembangkan usahanya.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan (PDSPP) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Irma Listiawati mengatakan bantuan bagi pembudidaya ikan tahun ini tetap tersedia, meski pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Untuk bantuan reguler, usulannya berasal dari kabupaten dan kota. Kami melakukan seleksi berdasarkan kebutuhan dan prioritas. Yang diprioritaskan adalah kelompok yang belum pernah menerima bantuan agar usahanya bisa berkembang,” ujar Irma.
Ia menjelaskan, selain bantuan reguler yang bersumber dari APBD Provinsi, terdapat pula bantuan yang berasal dari aspirasi anggota DPRD atau pokok-pokok pikiran (pokir). Sementara untuk budidaya laut, pemerintah provinsi juga menyalurkan bantuan karena menjadi kewenangannya.
“Kalau bantuan reguler dari APBD Provinsi, tahun ini hanya ada satu kelompok penerima. Kemarin kami baru meninjau kelompok tersebut di Kota Bontang. Untuk budidaya laut memang menjadi kewenangan provinsi sehingga ada bantuan khusus. Namun, budidaya air tawar juga tetap kami bantu sesuai kemampuan anggaran,” tuturnya.
Selain sarana budidaya, DKP Kaltim juga menyalurkan bantuan pakan kepada sejumlah kelompok pembudidaya ikan. Bantuan tersebut diberikan kepada 10 Pokdakan di Samarinda, 12 Pokdakan di Kutai Kartanegara, dua Pokdakan di Penajam Paser Utara (PPU), dan satu Pokdakan di Berau.
Meski demikian, Irma menyebut bantuan yang paling banyak disalurkan pada tahun ini masih berupa benih ikan karena menjadi kebutuhan utama para pembudidaya.
“Ada bantuan pakan juga. Tahun ini diberikan di Samarinda untuk 10 kelompok, Berau satu kelompok, PPU dua kelompok, dan Kutai Kartanegara sekitar 12 kelompok. Namun, secara umum bantuan yang paling banyak diberikan memang benih,” tutupnya.
Berdasarkan data DKP Kaltim, terdapat 1.226 kelompok pembudidaya ikan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Jumlah terbanyak berada di Kutai Kartanegara sebanyak 805 kelompok, disusul Paser 348 kelompok, Berau 126 kelompok, Kutai Timur 122 kelompok, Penajam Paser Utara 105 kelompok, Samarinda 75 kelompok, Bontang 27 kelompok, Balikpapan 20 kelompok, dan Kutai Barat 13 kelompok.
“Kami ingin bantuan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan pembudidaya. Karena tujuan utama kami bukan sekadar memberi bantuan, tetapi mendorong kelompok agar usahanya bisa terus berkembang dan mandiri,” tutup Irma.
[RWT]
Related Posts
- DPRD dan Pemprov Kaltim Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
- PLN Gelar Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen Lewat Aplikasi PLN Mobile
- Fase Pemulihan Banjir, IKEA Salurkan Bantuan untuk 364 Keluarga di Aceh Tamiang
- Anggaran Terbatas, Kuota Perjalanan Religi Gratis Marbot Kaltim Anjlok dari 870 Jadi 14 Orang
- Dugaan Anak Anggota DPRD Lolos Jalur Afirmasi, Disdikbud Kaltim Minta SMAN 1 Samarinda Verifikasi Ulang









