HeadlineKaltim

Pemprov Kaltim Berencana Sediakan Mobil PCR untuk Seluruh Kabupaten/Kota

Kaltimtoday.co, Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengharapkan 10 kabupaten/kota di Kaltim punya mobil PCR (polymerase chain reaction). Keberadaan mobil PCR itu sebagai upaya mempercepat pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 di Bumi Etam.

“Sudah saya diinstruksikan agar semua punya mobil PCR. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat untuk memutus penyebaran sekaligus penanganannya,” ujar Hadi Mulyadi, Selasa (6/10/2020).

Disebutkan Hadi Mulyadi, beberapa kabupaten sudah meminta agar disediakan mobil PCR, seperti Paser, Kutai Barat, Berau, dan Mahakam Ulu.

Baca juga:  Hadi Mulyadi Pastikan 2021 Kaltim Dapat Jatah 3 Juta Vaksi Covid-19

Dia menilai jika proses pengadaan peralatan tersebut lambat, upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus juga mengalami kendala.

“Misalkan satu orang hasilnya baru keluar 15 hari dan selama itu dia jalan kesana kemari, tentu bisa menularkan pada orang lain. Berbeda jika hasilnya cepat diketahui, sehingga bisa cepat diambil tindakan,” katanya.

Bila memungkinkan dia akan meminta Tim Anggaran Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran dari refocusing anggaran penanganan Covid-19 Kaltim untuk pembelian mobil PCR bagi 10 kabupaten/kota. Sebab, peruntukannya sama-sama untuk penanganan Covid-19 di Kaltim.

Baca juga:  Profil Hadi Mulyadi

“Prinsip 3 T. Tracking, Testing, dan Treatment. Penanganan Covid-19 perlu data cepat agar penanganannya juga cepat,” ujarnya.

Sebagai penunjang, wagub juga meminta perusahaan yang beroperasi di Kaltim proaktif mengeluarkan dana untuk karyawannya agar dilakukan tes PCR. Bila perlu perusahaan berskala besar membeli mobil PCR sendiri yang bisa  dimanfaatkan untuk tes karyawan dan CSR untuk masyarakat sekitar guna membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 di wilayah kerjanya.

Apalagi, kasus penyebaran Covid-19 di Kaltim terbilang mengkhawatirkan, menempati peringkat kedelapan se-Indonesia.

“Pencegahan penyebaran penularan Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan instansi tertentu, tetapi semua pihak dan secara bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro mengatakan rakor merupakan tindak anjut dari arahan Gubernur Kaltim selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Kaltim. Bertujuan untuk mengefektifkan langkah nyata yang terkoordinir dalam penanganan Covid-19 di Kaltim.

“Sekarang koordinasi agar penanganan kita sesuai peran masing-masing, yakni pemerintah bersama TNI dan Polri bisa lebih efektif lagi,” katanya.

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close