Daerah

Pertalite Dibatasi 5 Liter per Hari, Fuel Guard Mulai Berlaku di SPBU Berau

Kaltim Today
29 September 2026 17:12
Pertalite Dibatasi 5 Liter per Hari, Fuel Guard Mulai Berlaku di SPBU Berau
Suasana antrean kendaraan roda dua di SPBU Sambaliung. (Miko/kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - PT Pertamina Patra Niaga mulai menerapkan sistem Fuel Guard di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Berau.

Sistem pengawasan digital ini diterapkan untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran.

Sales Branch Manager (SBM) III Fuel Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) PT Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus, menjelaskan bahwa mekanisme serupa sebelumnya telah diterapkan di Balikpapan.

Dalam penerapannya, pengendara yang hendak membeli BBM bersubsidi terlebih dahulu memindai barcode subsidi. Selanjutnya, nomor pelat kendaraan dimasukkan melalui platform atau situs Fuel Guard yang disediakan oleh petugas SPBU.

“Melalui sistem tersebut, pembelian BBM bersubsidi oleh setiap kendaraan dapat tercatat secara digital, khususnya kendaraan roda dua,” ujarnya saat uji coba sistem tersebut di SPBU Sambaliung, Selasa (29/9/2026).

Bagus menambahkan, penerapan Fuel Guard juga disertai pembatasan pembelian Pertalite. Setiap kendaraan roda dua dibatasi membeli maksimal lima liter Pertalite dalam sehari.

Menurutnya, pembatasan tersebut dilakukan untuk mencegah praktik pengisian BBM secara berulang oleh pengetap. Operator SPBU juga dapat memantau jumlah Pertalite yang telah dibeli setiap kendaraan secara riil.

“Dengan demikian, Fuel Guard diharapkan dapat membantu meningkatkan pengawasan sekaligus memastikan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan peruntukannya,” tandasnya.

Sementara itu, seorang pengemudi ojek online, Sugeng, menilai penerapan sistem tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar penyaluran BBM bersubsidi berjalan lebih tertib dan tidak dimanfaatkan oleh pengetap.

Sebagai pengemudi yang melayani jasa antar-jemput, ia menilai pembatasan lima liter Pertalite per hari masih mencukupi untuk kebutuhan perjalanan di dalam kota.

“Menurut saya lima liter itu sudah cukup. Insya Allah dengan adanya aturan dari pemerintah ini bisa mencegah pengisian berulang BBM,” katanya.

Sugeng mengatakan, tanpa adanya pembatasan dan pengawasan, oknum yang mencari keuntungan pribadi berpotensi melakukan pengisian BBM berulang kali. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat berdampak pada masyarakat yang menggunakan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

“Pagi ngisi di SPBU sini, siangnya di tempat lain. Para pengetap itu bisa sampai empat kali bolak-balik SPBU. Yang ojol-ojol kayak saya ini yang kewalahan. Sudah antre lama, mati orderan,” tandasnya.

[MGN | RWT] 



Berita Lainnya