Samarinda

Pertamina Sebut Penyulingan Minyak Ilegal Bisa Berdampak pada Pendapatan Daerah

Kaltimtoday.co, Samarinda – Ditemukannya enam lokasi pengolahan minyak ilegal di kawasan Samarinda ini diduga bertalian dengan laporan pihak Pertamina EP Sanga-sanga yang mengalami ilegal tapping atau pembocoran pipa minyak. Dalam laporannya, pihak Pertamina dalam setahun terakhir ini mengalami penurunan produksi minyak. Yang biasanya di angka 7 ribu barel kini hanya sekitar 4 ribu barel yang mampu mereka produksi.

Melalui Asisten Manajer Legal & Relations Pertamina EP Sangasanga Field, Frans Alexander A Hukom saat dikonfirmasi Sabtu (16/11/2019) sore tadi, dia menerangkan, jika kondisi ini terus berlanjut maka bisa berpengaruh kepada Dana Bagi Hasil (DBH) yang bersumber dari pendapatan APBN, yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase tertentu untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

Baca juga:  Tunjang Kualitas Subsidi BBM, Pertamina Siapkan Lahan Pembangunan Depot Baru di Palaran

“Ya, artinya DBH ikut menurun sementara yang menikmati oknum tertentu,” jelasnya.

Dengan pengungkapan kasus ini, pihaknya berharap produksi minyak kembali normal. Sebab bila tidak, aksi ini bisa sangat merugikan negara.

Lebih lanjut dia menerangkan, terungkapnya lokasi pengolahan ini berdasarkan temuan pertama mereka pada beberapa bulan lalu. Saat itu, pihaknya menemukan adanya kebocoran pipa minya di enam titik lokasi. Hal ini diduga kuat menjadi penyebab menurunnya jumlah produksi yang dihasilkan Pertamina.

Mengetahui hal tersebut. Pertamina kemudian membuat tim satgas gabungan yang terdiri dari satuan TNI Polri dan pihaknya sendiri. Alhasil, satu persatu lokasi pengolahan minyak mentah ilegal berhasil di temukan.

“Ini masih dugaan. Karena penurunan itu banyak penyebabnya. Salah satunya bisa seperti itu,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun, lokasi penyulingan minyak tak berizin itu berada di tempat berbeda. Empat lokasi berada di Sambutan. Dua titik ada di Jalan Telkom dan dua lainnya di Jalan Pelita. Kemudian yang kelima berada RT 01, Simpang Pasir, Palaran yang tak jauh dari gerbang tol Balikpapan-Samarinda dan yang terakhir di jalan poros Samarinda-Sanga sanga, Bantuas, Palaran. Letaknya tepat berada di tengah-tengah lokasi penambangan batu bara. Rupanya kata dia, penemuan enam lokasi itu berasal dari pencurian minyak mentah dengan cara melubangi pipa (illegal tapping), milik Pertamina di Sanga-sanga, Kutai Kartanegara. Khusus ini, pihaknya menemukan ada delapan titik di Sanga-sanga.

“Awalnya kami positif saja karena sumur tua, tapi ternyata ada praktik illegal tapping itu,” ujarnya.

Dengan kata lain, enam lokasi itu juga merupakan buntut dari praktik lancung tersebut. Kata dia, penemuan itu juga berkat kerjasama dengan polisi dan tentara, mengingat pencurian ini melanggar hukum karena kuat dugaan enam lokasi penyulingan tersebut masuk dalam lahan Pertamina EP Field Sanga-sanga. Yang pasti gara-gara penyulingan minyak ilegal itu membuat produksi minyak turun.

Dengan tegas Frans menyatakan, enam lokasi penyulingan minyak ilegal ini merupakan milik negara sesuai dengan Pasal 33 UU 1945. Dan di dalamnya jelas, negara mengatur produksi minyak mentah di seluruh Indonesia. Termasuk produksi, distribusi, pengolahan dan penjualannya dan hasilnya adalah untuk kemakmuran rakyat.

“Sekitar Oktober kemarin, produksi minyak menurun 32 barel minyak per hari,” imbuhnya.

Baca juga:  Bergandengan Tangan, Pasutri Tewas Mengenaskan Setelah Ditabrak Pengemudi Liar

Dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan termasuk uji laboratorium. Apakah penyulingan minyak ilegal enam lokasi tersebut masih bertalian dengan illegal tapping di Sanga-sanga.

Menurutnya, penyulingan minyak ilegal di enam lokasi itu sangat berbahaya sebab masih sangat tradisional. Tidak menggunakan standar penyulingan yang baku, melainkan penyulingan buatan. Sayangnya dari enam lokasi itu polisi baru menangkap satu tersangka.

“Makanya kami harap petugas yang berwenang bisa segera menyelesaikan semuanya,” pungkasnya.

[JRO | RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close